Syukuran Pembukaan Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Sumur Bandung Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

 

WWW.MEDIAMABESPOLRI.COM.

KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN — Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan, Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Sumur Bandung resmi dibuka dan diawali dengan acara syukuran, yang digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di RT 10 RW 04, Kampung Bendung, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

 

Acara syukuran tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh Ketua Koperasi Desa Merah Putih beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota, tokoh masyarakat setempat, RW Mendo, perwakilan warga sekitar, serta tim MCJ (Media Center Jayanti) yang turut meliput jalannya kegiatan.

 

Gerai Koperasi Desa Merah Putih ini berlokasi strategis, berdampingan langsung dengan lapangan sepak bola Kampung Bendung, sehingga diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mudah diakses oleh warga dari berbagai kalangan. Kehadiran gerai koperasi ini disambut antusias oleh masyarakat, yang menilai koperasi sebagai wadah ekonomi bersama yang mampu menopang kebutuhan sehari-hari warga desa.
Dalam sambutannya, Ketua Koperasi Desa Merah Putih menyampaikan bahwa pendirian gerai koperasi ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan sistem ekonomi yang adil, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

Ia menegaskan bahwa koperasi bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat desa.
“Koperasi adalah milik kita bersama. Dengan semangat gotong royong, kami berharap gerai ini mampu membantu memenuhi kebutuhan warga, menekan harga, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Sumur Bandung,” ujarnya.

Tokoh masyarakat yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas berdirinya Gerai Koperasi Desa Merah Putih. Menurut mereka, keberadaan koperasi di tingkat desa merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi lokal serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pihak luar.

Acara syukuran ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, agar gerai koperasi yang baru dibuka ini senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota dan masyarakat sekitar.

Dengan diresmikannya Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Sumur Bandung, diharapkan koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi contoh nyata bahwa ekonomi kerakyatan mampu tumbuh dan berkembang dari desa untuk kesejahteraan bersama.

Narasumber : Buhori Kepala Koperasi Desa Sumur Bandung.

Editor,”( Ahmad S.A Kaperwil JJK45 Banten )

 

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.