Kebersamaan MCJ Media Center Jayanti Terus Terjalin, Kompak dan Solid dalam Menjaga Profesionalisme Pers

WWW.MEDIAMABESPOLRI.COM.

Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten | 10 Januari 2026 —
Kebersamaan dan soliditas insan pers yang tergabung dalam Media Center Jayanti (MCJ) kembali ditegaskan melalui berbagai aktivitas kebersamaan yang konsisten terjalin hingga saat ini. Di tengah dinamika kerja jurnalistik dan tantangan dunia media yang semakin kompleks, MCJ menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pers yang kompak, solid, dan menjunjung tinggi profesionalisme.

Sebagai komunitas media yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Tangerang, MCJ tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi kepada publik, namun juga menjadi ruang silaturahmi, komunikasi, serta penguatan etika jurnalistik bagi para anggotanya.

Kebersamaan yang terjalin di internal MCJ dinilai menjadi modal utama dalam menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat terhadap kerja-kerja pers.
Kekompakan tersebut tercermin dari berbagai kegiatan yang dilakukan bersama, baik dalam bentuk peliputan jurnalistik, silaturahmi kelembagaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga koordinasi internal yang rutin dilakukan. Seluruh aktivitas tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan nilai kebersamaan, saling menghargai, serta semangat kolektif dalam membangun media yang berimbang dan bertanggung jawab.

Sejumlah anggota MCJ menyampaikan bahwa soliditas organisasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan informasi di era digital, di mana kecepatan penyebaran berita harus diimbangi dengan akurasi, konfirmasi, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. MCJ berkomitmen untuk terus menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi yang independen dan berpihak pada kepentingan publik.

Selain menjalankan fungsi jurnalistik, MCJ juga aktif menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan lembaga sosial. Sinergitas tersebut dibangun atas dasar kemitraan yang sehat, saling menghormati peran masing-masing, serta komitmen bersama dalam menciptakan iklim informasi yang kondusif di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.

Kebersamaan yang terjalin di tubuh MCJ tidak hanya dimaknai sebagai hubungan kerja, tetapi juga sebagai ikatan kekeluargaan yang saling menguatkan. Dalam berbagai momentum, MCJ kerap hadir secara kolektif untuk menunjukkan kepedulian sosial, empati, dan solidaritas terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Dengan semangat kompak dan solid, MCJ Media Center Jayanti menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi positif dalam dunia jurnalistik, menjaga profesionalisme, serta menjadi mitra strategis dalam penyebaran informasi yang edukatif, objektif, dan berimbang.
Ke depan, MCJ berharap kebersamaan ini dapat terus terjaga dan semakin diperkuat, seiring dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers dan peran media dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Editor,”( Ahmad S.A Kaperwil MMP Banten )

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.