Turun Langsung Serap Aspirasi Warga Serang, Kader Partai Gerindra Bantu Sarana TPA hingga Motor Pengangkut Sampah

Mediamabespolri.com

SERANG – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Annisa Mahesa menindaklanjuti sejumlah aspirasi masyarakat di Kota Serang dan Kabupaten Serang, Banten, mulai dari keterbatasan fasilitas pendidikan Al-Qur’an hingga kebutuhan sarana pengangkutan sampah di lingkungan permukiman.

Dalam kegiatan reses di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Annisa menerima aspirasi terkait keterbatasan sarana pembelajaran di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Tempat tersebut menjadi ruang belajar mengaji bagi lebih dari 80 anak.

Dia menceritakan bahwa banyaknya jumlah santri belum diimbangi dengan fasilitas pembelajaran yang memadai. Kondisi tersebut membuat kegiatan mengaji harus dilakukan secara bergantian sejak pagi, siang, hingga malam hari.

Menindaklanjuti aspirasi warga, Annisa memilih melihat langsung kondisi TPA dan aktivitas belajar anak-anak. Dari kunjungan tersebut, ia menilai penambahan fasilitas belajar diperlukan agar kegiatan pendidikan Al-Qur’an dapat berjalan lebih nyaman.

“Ketika masyarakat menyampaikan kebutuhan, tentu kami ingin melihat langsung kondisinya. Dari peninjauan ini, kami melihat bahwa sarana belajar memang perlu ditambah agar anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” ujar Annisa.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Annisa menyalurkan sekitar 20 Al-Qur’an dan 35 meja lipat yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di TPA tersebut.

Bantuan itu disambut positif para guru mengaji dan pengelola TPA. Selama ini, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu tantangan mereka dalam melayani puluhan anak yang datang untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Meja dan Al-Qur’an ini sangat membantu kegiatan belajar anak-anak, apalagi jumlah santri yang mengaji cukup banyak,” ujar salah satu guru ngaji.

Para pengajar berharap bantuan tersebut dapat digunakan dan dirawat secara bersama-sama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Penambahan fasilitas juga diharapkan menjadi penyemangat bagi para guru maupun anak-anak untuk terus menjalankan kegiatan pendidikan keagamaan.

Annisa menegaskan dukungan terhadap sarana TPA merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan bagi anak-anak di tengah masyarakat.

Menurutnya, aspirasi yang diterima selama masa reses perlu dilihat secara langsung agar kebutuhan masyarakat dapat dipahami secara utuh dan ditindaklanjuti sesuai kemampuan yang tersedia.

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak dan guru yang mengajar. Mudah-mudahan kegiatan mengajinya terus berjalan dan semakin banyak anak yang mendapatkan kesempatan untuk belajar Al-Qur’an dengan baik,” tutup Annisa.

Tidak hanya menyentuh sektor pendidikan keagamaan, Annisa juga memberikan perhatian terhadap persoalan kebersihan lingkungan di Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Sebelumnya, Annisa menyalurkan bantuan motor pengangkut sampah atau becak motor kepada masyarakat. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah sekaligus mempermudah warga menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.

Selama ini, keterbatasan sarana menjadi salah satu kendala masyarakat dalam mengangkut sampah dari kawasan permukiman menuju lokasi pembuangan. Kehadiran motor pengangkut sampah diharapkan membuat proses pengumpulan sampah dapat dilakukan secara lebih rutin, efektif, dan terorganisasi.

“Alhamdulillah, kami senang sekali mendapat bantuan ini. Motor sampahnya bisa langsung kami gunakan untuk mengangkut sampah warga. Terima kasih untuk Ibu Annisa Mahesa atas perhatian dan bantuannya, semoga ke depannya lingkungan kami bisa semakin bersih,” ujar salah satu warga penerima bantuan.

Annisa mengatakan bantuan sarana pengangkut sampah merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, meski terlihat sederhana, ketersediaan kendaraan pengangkut sampah dapat memberikan dampak nyata terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat.

“Bantuan seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya luar biasa dan bisa langsung dirasakan masyarakat. Ketika sarana pengangkutan tersedia, pekerjaan warga dalam menjaga kebersihan tentu menjadi lebih ringan,” ujar Annisa.

Ia juga mengingatkan agar kendaraan tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan dirawat bersama sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam waktu singkat.

“Semoga motor ini bisa terus digunakan untuk kepentingan warga dan dirawat bersama. Mudah-mudahan dari hal sederhana seperti pengelolaan sampah, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan nyaman untuk keluarga,” kata Annisa.

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.