Ironi Industri di Desa Sumur Bandung: Warga Lokal Sulit Bekerja di PT Universal Luggage

 

WWW.MEDIAMABESPOLRI.COM.

KABUPATEN TANGERANG | BANTEN

Warga pribumi Kampung Sumur Bandung RT 06 RW 01, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan di PT Universal Luggage (PT ULI), perusahaan yang berdiri tepat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Keluhan tersebut disampaikan warga kepada awak media MCJ Media Center Jayanti, Kamis (15/1/2026).

Warga mengaku berkali-kali melamar pekerjaan di perusahaan tersebut, namun selalu gagal tanpa kejelasan alasan, sementara pelamar dari luar daerah justru diterima bekerja.
Salah satu warga setempat, Nupus, menyebut dirinya telah empat kali mengikuti tahapan seleksi, namun tak satu pun berujung pada penerimaan kerja.

“Rumah saya jaraknya hanya sekitar 100 meter dari pabrik, bahkan berdampingan langsung. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah diterima bekerja,” ungkap Nupus dengan nada kecewa.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam warga pribumi yang merasa terpinggirkan di wilayahnya sendiri. Warga menduga proses rekrutmen tenaga kerja di PT Universal Luggage tidak transparan dan sarat kepentingan pihak tertentu.

Menurut pengakuan warga, sejumlah tenaga kerja yang diterima justru berasal dari luar wilayah seperti Kresek, Kronjo, Balaraja, hingga daerah lain, sementara warga lokal Sumur Bandung sulit menembus seleksi.
“Kami ini warga asli, perusahaan berdiri di kampung kami, tapi kami hanya bisa menonton. Ini jelas tidak adil,” ujar warga lainnya.

Warga juga menyampaikan bahwa angka pengangguran pribumi di Desa Sumur Bandung diperkirakan mencapai sekitar 200 orang, yang dinilai semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Atas kondisi tersebut,

warga meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang, Camat Jayanti, serta Kepala Desa Sumur Bandung untuk turun tangan dan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Tolong pemerintah hadir dan memperhatikan warganya sendiri. Jangan sampai warga pribumi terus menjadi korban,” tegas warga.
Sementara itu, MCJ Media Center Jayanti menyatakan akan melayangkan surat resmi kepada pihak PT Universal Luggage guna meminta klarifikasi terkait sistem penerimaan tenaga kerja dan dugaan penolakan terhadap warga pribumi setempat.

 

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Universal Luggage belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga.

Editor,”( Ahmad S.A Kaperwil MMP Banten ).