Sudah Ada Korban Meninggal Tetapi Keberadaan Kabel Penyedia Jaringan Internet Wi.Fi Diduga Perusahaan Opi Yang Menempel Di Tiang Listrik Kini Kian Marak ,Tidak Ada Takut Nya Boss Wi.Fi Ini, 

Prabumulih (Sumsel)

Mediamabespolri.com

 

 

22 Sep 2025,_ Saat tim awak media memasuki perunas di jalan Nias terlihat Ada Pekerja Pemasangan Kabel Wi.fi diduga Nama Wi,Fi nya Opi yang sedang mau menaikki tiang PLN,

dan Tim awak media langsung menegur pihak pekerja, nanti kalian Mati lagi akibat Disengat Listrik kata tim awak media, kepada pekerja.

 

Dan Tim awak media juga menanyakan perusahaan apa dan kenapa bisa kabal Wi,Fi Opi gentol di tiang listrik, kalian sudah tahu kan bahwa kemaren ada yang meninggal akibat di sengat listrik, 2 meninggal pekerja wifi nya,

Pihak pekerja tidak banyak menjawab ia hanya bicara nanti tangan kanan boss akan kesini pak,

dan saat wakil boss mereka datang bernama Heri ia mengizinkan pekerja melakukan pasang kabal di tiang listrik tersebut, dan saat di tanya bapak yang tanggung jawab ia, katanya,

saya sudah izin sama RT ucap nya,

 

Dan tim awak media tidak sudah di situ saja lanjut menemui pak RT 08 RW 02 RW kelurahan gudang ibul utara prabumulih timur,

 

Ternyata Jawab Pak RT 08 tidak ada izin kalo hari ini mereka mau pasang kabal wifi pak,

kalau saja mereka meminta izin pasti saya tidak boleh di karna kan itu tiang listrik sangat berbahaya sekali, kalau mereka mati siapa yang tanggungjawab pasti kami pihak pemerintah yang jadi salah, ucap pak RT, kalau orang PLN iya saya perbolehkan tapi kalau pihak wifi tidak akan saya boleh kan.

Itu Pasti Wi-Fi Ilegal mau mendapatkan Untung Besar di kota prabumulih ini. Hanya Preman yang membekap tersebut kalau dari pemerintah pasti kami tegur.. Pungkas Pak RT 02

 

 

Selain membahayakan, hal tersebut tidak heran jika banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Mirisnya, kabel-kabel itu diduga tidak memiliki izin yang resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kabel internet ini pun asal pasang sehingga menimbulkan kesemerautan.

 

 

Sementara itu, INSAN S.H Manager PLN kota Prabumulih ketika dimintai tanggapannya terkait hal ini. Bapak Insan mengatakan akan menargetkan penertiban kabel jaringan internet yang menempel di tiang PLN di wilayah kerjanya, apabila memang melanggar peraturan.

 

 

Dia juga menghimbau para penyedia layanan internet Wi,fi yang diduga ilegal ini agar jangan mencantolkan kabel ke tiang PLN agar tidak mengganggu aliran listrik dan bakal menimbulkan resiko kepada masyarakat , jika perlu masyarakat jangan sungkan sungkan putus kabal tersebut, Pungkasnya

 

 

Kami sebagai kontrol sosial bagi masyarakat, Meminta Kepada pihak PLN agar segera Berkolobolasi dengan pihak pemerintah Kota Prabumulih dan APH Polres Prabumulih agar segera tindak kabal Wi.Fi yang ilegal. Sebelum Ada Lagi Masyarakat Kota Prabumulih yang jadi Tumpal Boss Wi,Fi ini, Kemarin 2 orang Meninggal, 1 Meninggal Warga Kota Prabumulih,Jangan sampai ada lagi orang Prabumulih meninggal akibat Tumbal Boss Wi,Fi Ilegal ini. Pungkas

 

Redaksi

Mediamabespolri.com

Tim Redaksi AM

Polri Untuk Masyarakat

 

 

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.