Kapolda Jabar Ajak Satpam Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Lingkungan dalam Ngariung Sauyunan Jaga Lembur, Pada HUT Satpam ke-45

 

www.mediamabespolri.com

Jawa Barat – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., mengajak seluruh anggota Satuan Pengamanan (Satpam) untuk terus memperkuat sinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngariung Bareng Kapolda Jabar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Satpam ke-45 yang digelar di Taman Hutan Raya Jl. Ir. H. Juanda Cimenyan Kab. Bandung, Kamis, 15 Januari 2026

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K, M.H , Dir Binmas Polda Jabar Kombes Pol. Wadi Sa’bani, S.H., S.I.K., M.H., Pejabat Utama Polda Jabar, Ketua Umum DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Jawa Barat AKBP (Purn) Drs. H. Suminta, M.H., Ketua Umum BPD ABUJAPI Jawa Barat Rudi Nurso leh, Direktur Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), pengguna jasa keamanan, serta anggota Satpam se-Jawa Barat

Kapolda Jabar menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar Satpam yang telah memasuki usia ke-45 tahun. Ia menegaskan bahwa meskipun usia Satpam tidak lagi muda, semangat pengabdian harus tetap terjaga demi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Kapolda Jabar juga menegaskan bahwa Satpam bukanlah profesi dadakan, melainkan profesi yang memiliki sejarah panjang dan terhormat. Satpam lahir sebagai bagian dari konsep pengamanan swakarsa dan merupakan mitra resmi Polri dalam sistem keamanan nasional. Oleh karena itu, Satpam diharapkan memiliki kebanggaan terhadap profesinya serta menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Kapolda Jabar memperkenalkan program Sauyunan Jaga Lembur yang menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, keterbatasan jumlah personel Polri harus disikapi dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk peran strategis Satpam yang menjadi garda terdepan di berbagai lingkungan kerja, perumahan, dan kawasan industri.

Kapolda Jabar juga mengingatkan pentingnya sikap ramah, sigap, dan tegas secara proporsional dalam menjalankan tugas. Pelayanan yang humanis dinilai mampu menciptakan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi benteng awal dalam mencegah tindak kejahatan.

Menutup sambutannya, Kapolda Jabar berharap Satpam di Jawa Barat semakin solid, percaya diri, dan bangga dengan profesinya, serta mampu menjadi “pahlawan kecil” bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Sinergi antara Satpam dan Polri diyakini akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Jawa Barat yang aman, nyaman, dan kondusif. ( Toni )

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.