Satgas TMMD Kodim 1419/Enrekang Tanam Pohon di Lokasi Pengerasan Jalan Desa Pekalobean.

Satgas TMMD Kodim 1419/Enrekang Tanam Pohon di Lokasi Pengerasan Jalan Desa Pekalobean.

Enrekang — mediamabespolri.com // Dalam rangka mendukung Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1419/Enrekang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lokasi sasaran fisik pengerasan jalan TMMD, tepatnya di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Rabu (6/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap pelestarian lingkungan serta langkah konkret dalam mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Penanaman pohon dilakukan oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan ini.

Komandan Kodim 1419/Enrekang Letkol Inf Augustiar Adinegoro, S. Hub. Int, yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD ke-125, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi KASAD dalam menjaga kelestarian alam sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau dan lestari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga lingkungan demi masa depan generasi yang akan datang,” tegas Letkol Augustiar.

Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi pohon pelindung dan tanaman produktif. Diharapkan, selain memberikan perlindungan ekologis, pohon-pohon ini juga dapat memberikan manfaat ekonomis jangka panjang bagi warga sekitar.

Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bagian dari sasaran non-fisik TMMD ke-125 Kodim 1419/Enrekang, melengkapi capaian pembangunan fisik seperti pengerasan jalan, pembangunan sumur bor, dan pembuatan jamban keluarga.

Melalui program TMMD, TNI tidak hanya fokus membangun infrastruktur pedesaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan pentingnya pembangunan berkelanjutan.

 

Redaksi – mediamabespolri.com

(Yudi)

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.