Humas Polda Kalbar Sabet Penghargaan Nasional di Rakernis Humas Polri 2026

JakartaMediamabespolri.com. Bidang Humas Polda Kalimantan Barat berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri T.A. 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan. (Rabu (15/4)

Polda Kalbar memboyong dua penghargaan sekaligus dalam kategori pengelolaan konten digital.

Rakernis tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026”.

Kegiatan hari kedua ini dibuka oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dan dihadiri oleh jajaran Kabid Humas dari seluruh Polda di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menerima penghargaan atas dua kategori bergengsi, yakni keaktifan Pengiriman Konten di Polri TV Terbaik, dan Keaktifan Pengiriman Berita SPIT-MEDIAHUB Terbaik se-Indonesia.

Agenda Rakernis juga diisi dengan paparan strategis dari Karo Multimedia, Karo Penmas, dan Kabagrenmin Divhumas Polri, serta sesi penguatan kapasitas personel melalui upgrade sistem E-Learning.

Usai menerima penghargaan, Kabid Humas Polda Kalbar menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap seluruh jajaran Humas di wilayah Kalimantan Barat yang telah bekerja keras dalam mengelola arus informasi.

“Penghargaan ini merupakan wujud dedikasi kolektif personel Humas Polda Kalbar dan jajaran Polres dalam menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan edukatif kepada masyarakat. Sesuai dengan tema Rakernis tahun ini, kami berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi manajemen media demi mendukung program Asta Cita Presiden RI tahun 2026,” Ujar Bambang.

Ia juga menambahkan bahwa capaian ini akan menjadi motivasi bagi Polda Kalbar untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

“Kami tidak akan berpuas diri. Ke depan, tantangan komunikasi publik semakin kompleks. Melalui platform SPIT dan Polri TV, kami akan memastikan setiap narasi Polri tidak hanya sampai ke masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan publik (public trust) yang kokoh,” tegasnya.

Pewarta : Stephanus

Sumber : Humas

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.