Mutasi di Lingkungan Polri, Sejumlah Kapolres Di Jajaran Polda Sulsel Alami Rotasi Jabatan

Makassar. mediamabespolri.com
Lima Kapolres di jajaran Polda Sulawesi Selatan mengalami mutasi dan rotasi jabatan. Pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran serta penguatan kelembagaan dan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Sulawesi Selatan.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP/2026 tanggal 30 Agustus 2026. Dalam telegram tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Polri mendapat penugasan baru, termasuk lima jabatan Kapolres di jajaran Polda Sulawesi Selatan

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H. saat dikonfirmasi pada Selasa 01/09/2026. mengatakan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier personel sekaligus kebutuhan organisasi.

“Mutasi ini merupakan bagian dari rotasi jabatan dan penyegaran organisasi di lingkungan Polri. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Didik Supranoto.

Adapun Kapolres di jajaran Polda Sulawesi Selatan yang mengalami pergantian, yakni Kapolres Tana Toraja, Kapolres Luwu Timur, Kapolres Luwu Utara, Kapolres Pelabuhan Makassar, dan Kapolres Barru.

Berdasarkan Surat Telegram tersebut, AKBP Budi Hermawan, S.I.K. yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Tana Toraja Polda Sulawesi Selatan mendapat penugasan baru sebagai Kasubbagminsindik Bagwassidik Rokorwas PPNS Bareskrim Polri. Jabatan Kapolres Tana Toraja selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Arwansa, S.H., S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Jabar.

Sementara itu, AKBP Nugraha Pamungkas, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolres Luwu Utara Polda Sulawesi Selatan dimutasi sebagai Wadirpolairud Polda Sulawesi Selatan Posisi Kapolres Luwu Utara selanjutnya dijabat oleh AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolres Luwu Timur Polda Sulawesi Selatan Selanjutnya, jabatan Kapolres Luwu Timur dipercayakan kepada AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. yang sebelumnya menjabat Kapolres Aceh Timur Polda Aceh.

Untuk jabatan Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti, S.H., S.I.K., M.Si. mendapat penugasan baru sebagai Irbin Itwasda Polda Jatim. Jabatan tersebut selanjutnya diisi oleh AKBP Kaisar Reman Sambo, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Bali.

Sedangkan AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolres Barru Polda Sulawedi Selatan mendapat penugasan baru sebagai Wadirintelkam Polda Sulawesi Selatan Jabatan Kapolres Barru selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Suryo Wibowo, S.I.K. yang sebelumnya menjabat Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda DIY.

Selain itu, Polda Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan pejabat lama maupun pejabat baru di lingkungan Polri, terutama dengan memanfaatkan momentum pergantian jabatan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku sebagai pejabat Polri dan meminta sesuatu. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada Kepolisian terdekat,” tegasnya.

Polda Sulawesi Selatan memastikan seluruh proses mutasi dan pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi Polri. Kehadiran pejabat baru diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi serta mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

(Mansyur Dn)

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.