KP2KP Enrekang dan Diskominfo Jalin Kerja Sama Perluas Edukasi Perpajakan.

KP2KP Enrekang dan Diskominfo Jalin Kerja Sama Perluas Edukasi Perpajakan.

ENREKANG, 15.10.2025// mediamabespolri.com — Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Enrekang menjalin kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Enrekang dalam upaya memperluas jangkauan informasi perpajakan kepada masyarakat.

Kerja sama yang berlangsung pada Selasa (15/10) di Kantor Diskominfo Enrekang ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi dan informasi perpajakan melalui berbagai kanal komunikasi yang dikelola oleh Diskominfo.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala KP2KP Enrekang, Sudirman, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Enrekang, Burhanuddin, beserta jajaran dari kedua instansi. Dalam diskusi itu, dibahas strategi publikasi informasi pajak yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial resmi Pemkab Enrekang, website, serta radio dan televisi lokal yang berada di bawah naungan Diskominfo.

Kepala KP2KP Enrekang, Sudirman, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi perpajakan masyarakat Enrekang. Ia juga menyoroti pentingnya mengingatkan wajib pajak agar segera mengaktifkan akun Coretax sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan pajak.

“Kami menyadari bahwa informasi pajak perlu disampaikan dengan cepat dan massif agar mudah dijangkau dan dipahami oleh masyarakat. Melalui dukungan media yang dimiliki Diskominfo, kami berharap pesan-pesan perpajakan dapat tersampaikan lebih luas,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Enrekang, Burhanuddin, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen Diskominfo untuk menjadi mitra aktif dalam penyebaran informasi yang bersifat edukatif.

“Kami siap mendukung penyebaran informasi pajak agar masyarakat, khususnya di Kabupaten Enrekang, lebih sadar dan paham akan kewajiban perpajakannya,” ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, KP2KP Enrekang berharap tingkat kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban perpajakan dapat terus meningkat. Selain itu, sinergi dengan Diskominfo juga diharapkan menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam mendorong keterbukaan informasi publik yang transparan, inklusif, dan edukatif.
Redaksi mediamabespolri.com- Yudi

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.