*Wujud Kepedulian Sosial Di Bulan Ramadan, Kapolda Sulsel Serahkan Zakat Fitrah*

*Wujud Kepedulian Sosial Di Bulan Ramadan, Kapolda Sulsel Serahkan Zakat Fitrah*

Makassar,Sulawesi Selatan Mediamabespolri.com// Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Polda Sulawesi Selatan menyerahkan zakat fitrah kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447- H/2026 M, Senin 16/03/2026

Kegiatan penyerahan zakat fitrah dan paket Lebaran tersebut berlangsung di Lobby Lontang Adduppangeng Lt.1 Mapolda Sulawesi Selatan Secara simbolis, zakat fitrah diserahkan langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., kepada Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Muhammad Khidri Alwi, M.Kes., M.A. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., serta para Pejabat Utama Polda Sulawesi Selatan

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulawesi Selatan menyerahkan zakat fitrah yang dihimpun dari personel sebesar Rp267.660.000 kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Kapolda Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus dimensi sosial yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat, khususnya pada bulan suci Ramadan.

Zakat ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan harta dan jiwa, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial serta mempererat ukhuwah dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Kapolda.

Ia menjelaskan bahwa penyerahan zakat personel Polda Sulawesi Selatan kepada BAZNAS merupakan bentuk komitmen dan kepedulian sosial keluarga besar Polda Sulawesi Selatan agar zakat yang dihimpun dapat dikelola secara profesional dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Selain penyerahan zakat, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan paket Lebaran secara simbolis kepada perwakilan personel serta mitra Polri yang selama ini turut mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian.

Kami berharap paket Lebaran ini dapat bermanfaat bagi para personel dan mitra Polri dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Polda Sulawesi Selatan dan BAZNAS Sulawesi Selatan dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.

(Mansyur Dn)

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.