WRC PAN RI Desak Kejaksaan Negeri Prabumulih Bongkar Kasus Korupsi: ‘Tidak Semudah Itu Mengatakan Penyelidikan Dihentikan

Prabumulih (Sum-sel) 24 September 2025 Rajawali Sriwijaya News. com

 

WRC PAN RI wujudkan Janji untuk kembali setelah demontrasi bulan lalu tgl 8 September 2025, WRC kembali sambangi kejaksaan negri kota Prabumulih pada Rabu 24 September 2025, namun dengan suasana yanf berbeda.

Kali ini puluhan masa aksi dari WRC menyampaikan aspirasi berupa zikir, sholawat dan doa bersama didepan kejaksaan negri Prabumulih.

 

Usai aksi Dzikir, shalawat dan doa bersama, dilanjutkan dengan mempertanyakan tindak lanjut dari laporan yang diserahkan khusus nya kelebihan pembayaran di dinas PUPR pada tahun 2023 dan tahun 2024.

 

disaat Orasi WRC disambut oleh Kasi Pidsus Safei SH. MH didalam sambutannya kasi pidsus menyampaikan bahwa kasus PMI kota Prabumulih di hentikan penyelidikan nya atau di SP3 kan.

WRC pun menyambut baik dari apa yang dijelaskan oleh pihak Kejaksaan melalui Kasi Pidsus.

 

Namun Pebrianto selaku Ketua WRC, mendesak agar kejaksaan segera melakukan pres Realese dan menyampaikan sebagai dasar dari SP3 kasus PMI kota Prabumulih.

 

Apalagi pemanggilan 70 saksi terhadap dugaan kasus penyalahgunaan dana hibah PMI di Kota Prabumulih, yang ternyata dihentikan tentunya akan menimbulkan pertanyaan baru dari masyarakat.

 

” tidak semudah itu menyatakan penyelidikan dihentikan. Namun kita perlu bukti pernyataan tersebut seperti apa agar dapat dipercaya,” tegas Pebri.

 

Lalu terkait temuan BPK di dinas PUPR, kejaksaan belum bisa menjelaskan terhadap kelebihan pembayaran yang di rekomendasi kan BPK agar segera di kembalikan ke kas daerah,

 

“kami (WRC)sebagai kontrol sosial mengharapkan agar kejaksaan fokus untuk menindak lanjuti dari pengembalian tersebut serta meminta kejaksaan lebih transparan didalam kasus pengembalian tersebut” ungkap Pebri.

 

Pebri menegaskan, WRC memerlukan bukti nyata dan fakta, yang dapat mendukung pernyataan dari kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Prabumulih.

 

“tahun 2023 terdapat pengembalian berkisar 9 milyar, belum tahun 2024 termasuk limit waktu denda Milyaran dari perusahaan yang mengerjakan proyek Normalisasi sungai kelekar. Jika memang sudah ada Store balik, tunjukkan buktinya,” pungkas Pebrianto.

 

Redaksi

Mediamabespolri.com

Tim Redaksi Amrul.H

Polri Untuk Masyarakat

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.