Tim S2 STIK Lemdiklat Polri Edukasi Masyarakat Bunut Hulu Cegah Karhutla
Kapuas Hulu – Mediamabespolri.com. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Peserta S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri bersama jajaran Polres Kapuas Hulu melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan dampak Karhutla di Aula Kantor Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut mengangkat tema “Mari Kita Jaga Hutan dan Lingkungan Kita untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Bersama.”
Sosialisasi disampaikan oleh Tim Peserta S2 STIK Lemdiklat Polri yang terdiri dari IPTU Sandi Irawan, S.Tr.K., M.H., IPTU Fabian Yafi Adinata, S.Tr.K., M.H., IPTU Hanki Tony Prabowo, S.Tr.K., M.H., Kolonel Laut Erwan, serta Kolonel Laut Suhardi Sitepu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Kapuas Hulu IPTU Adi Kosasih, Kapolsek Bunut Hulu IPDA Ilham Perdana Putra, S.H., perwakilan Danramil Bunut Hulu Serma Basori, Camat Bunut Hulu Agus Hariyadi, S.E., Kepala Puskesmas, Kepala KUA Bunut Hulu Arfandi, S.Ag., para Kepala Desa se-Kecamatan Bunut Hulu, anggota tim pendamping serta personel Polsek Bunut Hulu.
Dalam penyampaian materi, tim menjelaskan berbagai faktor penyebab Karhutla, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat, serta pentingnya peran bersama dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Tim juga menekankan bahwa edukasi yang diberikan bukan bertujuan untuk menghilangkan kearifan lokal masyarakat dalam melakukan aktivitas pertanian, melainkan mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga tradisi dan kearifan lokal dengan memperhatikan batasan serta ketentuan yang berlaku.
“Kami datang bukan untuk melarang, tetapi untuk bersama-sama mencegah dan melindungi hutan serta lahan kita. Kondisi di beberapa wilayah seperti Pontianak cukup parah, sementara Kapuas Hulu masih dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu, kondisi ini harus kita jaga bersama,” ungkap tim dalam penyampaian materi.
Selain itu, disampaikan pula bahwa dalam penerapan kearifan lokal, masyarakat tetap dapat melakukan pembukaan lahan untuk kegiatan pertanian dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta melakukan pengawasan dan penjagaan secara bersama-sama agar api tidak meluas.
Tim juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan. Salah satu dampak yang paling berbahaya adalah gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau agar tidak langsung mengunggah kejadian kebakaran lahan ke media sosial. Apabila menemukan adanya kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan dan pemadaman secepat mungkin sehingga api tidak semakin meluas.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan permasalahan terkait pencegahan Karhutla serta penerapan kearifan lokal dalam aktivitas pertanian.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama. Seluruh kegiatan selesai sekitar pukul 11.30 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat Kecamatan Bunut Hulu semakin memahami penyebab, dampak, serta langkah-langkah pencegahan Karhutla.
Kearifan lokal masyarakat tetap dapat dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, dengan tetap memperhatikan aturan dan batasan yang berlaku demi menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat bersama.
Red/Endipriyono
Sumber/Humas






