Aksi Heroik Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Trans Siut, Bupati Kapuas Hulu Turun Berikan Dukungan

KAPUAS HULUMediamabespolri.com Sinergitas TNI-Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu kembali ditunjukkan dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Putussibau Selatan.

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, IPTU Jamali menjelaskan, pada Selasa, 1 September 2026, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Putussibau Selatan, Koramil 1206-06, Yonif TP 927/Uncak Kapuas dan BPBD Kapuas Hulu bergerak cepat menuju lokasi kebakaran di kawasan Trans Siut, Desa Sayut, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat adanya titik api di Trans Siut, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Tim Polsek Putussibau Selatan dipimpin Kapolsek IPTU Ismail Sinuraya, sementara personel Yonif TP 927/Uncak Kapuas dipimpin langsung Danyon LETKOL Inf Jamrizal,” ujar IPTU Jamali.

Dijelaskan IPTU Jamali, dengan kondisi cuaca panas dan kering serta medan yang cukup sulit, petugas tetap berjibaku memadamkan api agar tidak merambat dan meluas ke kawasan hutan maupun pemukiman warga.

Berkat kerja sama dan kesigapan seluruh personel, api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan. Selanjutnya tim melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat lagi bara api yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.

“Di tengah proses pendinginan, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, S.H., M.H., bersama rombongan tiba di lokasi untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh personel di lapangan, sekaligus meninjau langsung lokasi yang telah berhasil dipadamkan,” kata IPTU Jamali.

Lebih lanjut, IPTU Jamali mengimbau masyarakat agar untuk sementara tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi kemarau dan cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko Karhutla.

“Kami dari Polres Kapuas Hulu tidak bosan-bosannya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Saat ini kita menghadapi kondisi kemarau dan cuaca yang sangat kering. Mari bersama-sama menjaga kualitas udara demi kesehatan,” tegas IPTU Jamali.

Menurut IPTU Jamali, dampak Karhutla tidak hanya mengancam hutan dan lahan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Kabut asap dapat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, mengganggu aktivitas penerbangan, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma.

“Polres Kapuas Hulu dan jajaran Polsek terus menggencarkan upaya pencegahan, mulai dari sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas, patroli rutin, hingga respons cepat turun langsung ke lokasi apabila ada laporan titik api. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan kita dari kebakaran,” pungkas IPTU Jamali.

Red/Endipriyono

Sumber/Humas