Semarakkan HUT ke-80 TNI, Pangdam XII/Tpr Buka Open Tournament Tenis Meja Piala Panglima TNI 2025

Kubu Raya // Mediamabespolri.com – Suasana semarak mewarnai pembukaan Open Tournament Tenis Meja Piala Panglima TNI 2025 di Aula Sudirman, Makodam XII/Tanjungpura, Rabu (24/9/2025). Turnamen dibuka resmi oleh Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si.

Turnamen bergengsi memperebutkan Piala Panglima TNI ini dihelat Kodam XII/Tpr bersama Lanud Supadio dan Kodaeral XII dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI tahun 2025. Kejuaraan ini diikuti sebanyak 765 atlet baik dari nasional hingga internasional. Pertandingan berlangsung daril 24 – 28 September 2025. Dengan total hadiah Rp. 147.250.000.

Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Jamallulael dihadapan awak media menyampaikan, pada ulang tahunnya yang ke-80, TNI melalui satuan jajarannya menggelar berbagai turnamen olahraga di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Kebetulan di Kalimantan Barat ini, saya dengan Danlanud Supadio dan Dankodaeral XII mendapat bagian untuk menyelenggarakan open turnamen cabang olahraga tenis meja. Tapi di Kodam lain ada yang tinju, bola voli, sepak bola dan sebagainya. Kebetulan kami yang wilayah Kalbar dapatnya cabor tenis meja,” katanya.

Pangdam menyebutkan, Open Tournament Tenis Meja Piala Panglima TNI ini, selain diikuti internal Prajurit (TNI, Polri dan ASN) ada juga diikuti oleh atlet-atlet nasional bahkan internasional. Yang dalam pertandingannya ada kategori tersendiri untuk atlet profesional.

“Mereka tidak satu kategori dengan Prajurit. Mereka yang atlet Profesional ada kelas tersendiri. Mereka bertanding di level mereka. Kalo kami yang TNI-Polri dengan ASN bertanding di level kami,” sebutnya.

Pangdam XII/Tpr mengharapkan, melalui turnamen ini dapat melahirkan bibit atlet-atlet potensial dan berprestasi. Untuk selanjutnya dapat dilakukan pembinaan sehingga mampu bertanding di kancah nasional bahkan internasional.

“Siapa tahu dengan turnamen ini kita melihat bibit atlet terbaik bisa kita monitor bersama KONI Kalbar,” harapnya.

Beliau juga berharap, turnamen ini bukan sekedar seremoni, melainkan momentum penting untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Salah satunya diwujudkan lewat turnamen ini sebagai ajang kebersamaan, sportivitas, dan pembinaan prestasi.

“Yang diutamakan dari turnamen ini adalah kebersamaan. Kita rembugan, ngariung seperti ini kan enak dalam suasana olahraga ceria. Jadi memang semuanya tujuan bisa dicapai melalui olahraga,” harap Mayjen TNI Jamallulael juga.

Untuk menambah semarak suasana, pada gelaran Open Tournament Tenis Meja Piala Panglima TNI 2025 juga digelar bazar i Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu klasifikasi atau UMKM. Bertempat di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tpr.

Red/Shalihin

Sumber : Pendam XII/Tpr

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.