Retreat kepala perangkat Daerah KSB Perkuat Kepemimpinan Berbasis Risiko”
Retreat kepala perangkat Daerah KSB Perkuat Kepemimpinan Berbasis Risiko”
*SUMBAWA BARAT – mediamabespolri.com Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Retreat Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Sumbawa Barat di Aula paserang Gedung Graha praja Sekretaris Daerah Sumbawa Barat Kamis 17 September 2026 siang Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Dinas, Kepala Badan, Asisten, Staf Ahli, dan Camat,
Jumlah peserta yang menghadiri 42 Orang ”

Retreat bertema *”Memperkuat Kepemimpinan Berbasis Risiko untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan untuk menunjukan KSB Maju Luar Biasa menujuTransformasi kesejahteraan Masyarajat “* ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat H.Amar Nurmansyah S.T M.Si didampingi Wakil Bupati Hj.Hanipa S.Pt M.M Inov dan Sekda drh. Hairul M.M

Bupati dalam arahannya menegaskan bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak lagi sekadar menjalankan program, tetapi bagaimana pimpinan mampu mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko dalam setiap kebijakan.
“Kita tidak bisa lagi memimpin dengan cara-cara lama. Setiap keputusan pasti ada risikonya. Pemimpin yang hebat bukan yang menghindari risiko, tapi yang mampu mengelola risiko menjadi peluang untuk kemajuan daerah,” tegas Bupati.
Menurut Bupati, kepemimpinan berbasis risiko sangat penting untuk mencegah penyimpangan anggaran, gagalnya proyek strategis, hingga potensi masalah hukum.
Sementara itu, narasumber dari BPKP Propinsi NTB Desi Andrianingsih
Lembaga Kepemimpinan Desi Adrianingsi memaparkan materi tentang Manajemen Risiko (MR), Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan Risk Leadership.
“Manajemen risiko bukan tugas Inspektorat saja. Ini tugas pimpinan. Kepala OPD wajib membuat peta risiko di OPD-nya masing-masing, mulai dari risiko keuangan, risiko hukum, risiko pelayanan, hingga risiko reputasi,” jelas .Desi Adrianingsih
Selama retreat, Tiga hari para Kepala Perangkat Daerah dibekali dengan simulasi pengambilan keputusan dalam situasi krisis, studi kasus proyek strategis daerah, serta penyusunan _risk register_ dan _risk appetite_ di OPD masing-masing.
Sekda KSB drh.Hairul M.M menambahkan, hasil dari retreat ini akan ditindaklanjuti dengan penerapan Manajemen Risiko secara terintegrasi di seluruh OPD.
“Ke depan, setiap Renja, RKA, dan program prioritas harus berbasis risiko. Ini bagian dari reformasi birokrasi untuk mewujudkan KSB yang Maju, Luar Biasa Sejahtera dan Berintegritas,” tutup Sekda.
Pimpinan OPD tidak hanya dituntut kerja cepat,
tapi juga cerdas dalam mengelola risiko.
Bupati: “Pemimpin hebat bukan yang menghindari risiko,
tapi yang mampu mengelola risiko menjadi peluang.”
Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel & Berdaya Saing!
Red.kabiro ksb
HARMIATI 0066 MMP






