Peringati HUT RI Ke 80 Komandan Kodim 1209/Bengkayang Hadiri Upacara Pengibaran Bendera

Bengkayang // Mediamabespolri.com – Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf Albertinus Mariano, S.E. hadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke -80 bertemakan BERSATU BERDAULAT RAKYAT SEJAHTERA INDONESIA MAJU yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bengkayang Jln. Guna Baru Trans Rangkang Kel. Sebalo Kec. Bengkayang Kab. Bengkayang. Minggu ( 17/08/25 ).

Bertindak sebagai Inspektur upacara Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E.,M.M. Sedangkan sebagai komandan upacara Dansatpom Lanud Harry Hadisoemantri Kapten Pom Januar Akbar Wibisono, S.H. juga turut hadir dalam kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Ketua DPRD Kab. Bengkayang Bpk. Debit, S.H. beserta Istri,Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K. beserta Istri,Komandan Kodim 1209/Bengkayang LETKOL Inf. Albertus Mariano, S.E., beserta Istri,Danlanud Harry Hadisoemantri LETKOL Pnb. Antonius, M.Han. Kajari Bengkayang Bpk. Arifin Arsyad, S.H., M.H. Kepala Rutan Kelas II B Bengkayang Bpk. Keynes, A. Md.IP., S. Sos., M.H. Koordinator PT. Agrinas Palma Nusantara Kolonel TNI Aswani,Kepala BNNK Bengkayang Bpk. Wahyu Kurniawan, S.K.M.,M.Kes. Mantan Bupati Bengkayang Ke-2 Bpk. Suryadman Gidot, M. Pd. PJU Polres Bengkayang, Kepala OPD Pemerintahan dilingkungan Pemda Kab. Bengkayang, Camat Se-Kab. Bengkayang,Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama Kab. Bengkayang,serta para tamu undangan.

Dihari yang sangat bersejarah ini kita telah selesai melaksanakan upacara penaikan Bendera Merah Putih secara khidmat dan dalam keadaan sehat walafiat, perlu kita ketahui, peringatan HUT RI Ke-80 tahun pada hakekatnya merupakan bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kita kepada Para Pejuang pendiri Republik ini dimana Para Pahlawan Sejati yang telah memberikan segala-galanya, melampaui dari apa yang seharusnya diberikan.

Setelah 80 tahun Indonesia Merdeka, kini menjadi tugas kita semua untuk mengisi kemerdekaan. TNI merupakan perekat serta kemajemukan Bangsa. Karena TNI merupakan Garda terdepan dalam menjaga kerukunan, toleransi dan Kebhinekaan, sehingga Bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang utuh, kuat dan tangguh yang disegani oleh negara lain.

Secara filosofis, bentuk Logo 80 yang tidak terputus ini melambangkan bahwa persatuan adalah dasar kedaulatan, manifestasi kesejahteraan rakyat, dan upaya tak henti dalam menggapai cita-cita menuju Indonesia Maju. Ini menunjukkan keberlanjutan perjuangan bangsa.

Isi kemerdekaan ini sebaik-baiknya dengan berjuang sesuai tugas dan profesi kita masing-masing. Bekerja dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

Kegiatan upacara berjalan dengan tertib, khidmat, serta mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Kehadiran para pejabat daerah dan tokoh masyarakat menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, TNI-Polri, dan komponen masyarakat dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 Tahun 2025 di Kabupaten Bengkayang.

Red/Hasan

Sumber : Pendim 1209/Bky

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.