Mudik Lebaran 2026 di Kendari Meningkat, Pengamanan Diperketat

Kendari, MediaMabesPolri.com – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pemerintah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait terus mematangkan persiapan guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
(19 Maret 2026)

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-7 sebelum Lebaran, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24, 25, dan 28 Maret 2026.

Lintas Darat, Udara, dan Laut
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat. Sebanyak 13.750 warga difasilitasi untuk pulang kampung, termasuk pengangkutan 1.030 unit kendaraan roda dua melalui rute Kendari–Raha, Kendari–Baubau, dan Kendari–Wanci.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, secara resmi melepas peserta mudik gratis di Pelabuhan Nusantara Kendari pada 17 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa program tersebut diberikan secara gratis untuk perjalanan pergi dan pulang.

Sementara itu, lonjakan penumpang juga terjadi di Bandara Haluoleo Kendari. Tercatat sebanyak 24.476 penumpang telah dilayani dengan total 160 penerbangan selama periode arus mudik.

Pengamanan Diperketat
Total mobilitas masyarakat selama mudik di Sultra diprediksi mencapai 1,3 juta perjalanan, dengan dominasi 80 hingga 90 persen menggunakan kendaraan pribadi.


Untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan keamanan, Polresta Kendari menyiapkan 14 pos pengamanan yang terdiri dari 3 pos terpadu dan 3 pos pelayanan.
Sebanyak 376 personel gabungan dikerahkan dan ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Pelabuhan Nusantara, Pelabuhan Konkep, dan Bandara Haluoleo.

Kapolresta Kendari, AKBP Edwin L. Sengka, turut melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan kesiapan personel serta kelancaran arus mudik.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik, guna memberikan rasa aman selama meninggalkan rumah.

Secara keseluruhan, Polda Sultra mengerahkan sebanyak 3.513 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

( Risal Kaperwil Sultra )

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.