Mahasiswa Satukan Suara Lawan Ketidakadilan.Elemen lintas PKL satukan komando.
Mediamabespolri.com.Makassar, 24 April 2026 — Aksi Pra May Day 2026 di Kota Makassar berlangsung dengan tensi tinggi. Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) bersama Aliansi Serikat Pedagang Pasar dan PKL turun ke jalan, menyuarakan tuntutan atas hak hidup layak, penghentian penggusuran, serta keadilan bagi buruh dan rakyat miskin kota.
Aksi ini menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen—mulai dari buruh, pedagang kaki lima (PKL), hingga mahasiswa—yang menilai kondisi sosial-ekonomi saat ini semakin menekan kelompok bawah. Isu PHK, kerja kontrak, outsourcing, hingga penggusuran PKL menjadi sorotan utama dalam unjuk rasa tersebut.
Dalam orasinya, Budi dari PKL Bandang menyampaikan kemarahan para pedagang kecil yang merasa terus disudutkan oleh kebijakan pemerintah.
“Kami bukan penjahat, kami hanya cari makan. Tapi kenapa kami terus digusur? Di mana kehadiran negara saat rakyat kecil butuh perlindungan?” tegasnya di hadapan massa aksi.
Dari kalangan mahasiswa, Rahman menyoroti masa depan generasi muda yang dinilai semakin tidak pasti akibat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
“Hari ini kita melihat buruh tidak sejahtera, PKL digusur, dan mahasiswa dipaksa menghadapi masa depan tanpa kepastian. Ini bukan sekadar masalah ekonomi, ini krisis keadilan,” ujarnya lantang.
Emi, perwakilan dari Komite Perjuangan Rakyat Miskin, turut mengangkat isu ketimpangan yang semakin tajam di perkotaan.
“Rakyat miskin kota selalu jadi korban kebijakan. Digusur tanpa solusi, ditinggalkan tanpa perlindungan. Ini bukan lagi kelalaian, ini ketidakadilan yang sistematis,” katanya.
Sementara itu, Bung Tono dari KPBI menegaskan pentingnya persatuan lintas sektor dalam menghadapi situasi saat ini.
“Buruh dan PKL punya nasib yang sama—ditindas oleh sistem yang tidak adil. Kalau kita tidak bersatu, kita akan terus dilemahkan. Tapi hari ini kita buktikan, kita tidak diam,” tegasnya.
Aksi Pra May Day ini disebut sebagai pemanasan menuju peringatan Hari Buruh Internasional yang akan digelar pada 1 Mei mendatang. Massa aksi berkomitmen untuk terus menggalang kekuatan dan memperluas solidaritas demi menekan pemerintah agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan menguatnya gelombang protes dari berbagai elemen, Pra May Day 2026 di Makassar menjadi sinyal bahwa tuntutan keadilan sosial semakin mendesak dan tidak bisa lagi diabaikan.
Sumber.internal demonstrasi
Djufri@MMP






