Kecelakaan Maut di Ambawang Kubu Raya, Pemotor Tewas Usai Gagal Salip Pick Up

Kubu RayaMediamabespolri.com Kecelakaan lalu lintas maut kembali merenggut nyawa pengguna jalan di Kabupaten Kubu Raya. Seorang pengendara sepeda motor bernama IPEN meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah mobil pick up dan truk tangki di Jalan Trans Kalimantan.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Trans Kalimantan, sekitar 100 meter dari Puskesmas Ambawang, Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Begitu menerima laporan, personel Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan arus lalu lintas, serta melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas mendapati kecelakaan melibatkan sepeda motor KB 3783 NA yang dikendarai IPEN, mobil pick up KB 8571 WC yang dikemudikan SA (31), serta truk tangki KB 8196 WB yang dikemudikan IS (48).

Benturan keras yang terjadi mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Judi Effendhy, melalui Kasubsie Penmas, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan awal yang berhasil dihimpun petugas, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor dari arah Pontianak menuju Tayan.

“Setelah dilakukan olah TKP, diketahui bahwa sebelum kecelakaan terjadi, pengendara sepeda motor melaju dari arah Pontianak menuju Tayan. Saat berada di lokasi kejadian, korban berupaya mendahului kendaraan mobil pick up yang berada di depannya,” terang Ade.

Namun, manuver tersebut berujung petaka. Saat proses mendahului berlangsung, sepeda motor yang dikendarai korban diduga menyenggol bagian bak mobil pick up sehingga kehilangan keseimbangan dan kendali.

“Pada saat mendahului, sepeda motor mengenai bagian bak mobil pick up. Akibatnya pengendara kehilangan kendali dan bergerak ke jalur berlawanan,” jelasnya.

Di saat bersamaan, dari arah berlawanan atau jalur Tayan menuju Pontianak, melaju sebuah truk tangki. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.

“Karena kendaraan masuk ke jalur berlawanan, dari arah Tayan menuju Pontianak datang kendaraan truk tangki. Kecelakaan pun terjadi dan mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia,” tambahnya.

Hasil penyelidikan sementara menyimpulkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah kurangnya perhitungan jarak aman saat melakukan manuver mendahului kendaraan di depan.

Petugas menilai pengendara sepeda motor tidak memprioritaskan aspek keselamatan dan ruang yang cukup sebelum mengambil jalur lawan, sehingga berujung pada kecelakaan fatal.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bahwa kesalahan kecil di jalan raya dapat berujung pada hilangnya nyawa dalam hitungan detik.

Ade mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memperhitungkan kondisi jalan dan jarak aman sebelum mendahului kendaraan lain.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Jangan memaksakan mendahului apabila ruang dan jarak tidak memungkinkan. Utamakan keselamatan dibandingkan kecepatan atau keinginan untuk segera sampai tujuan. Kecelakaan lalu lintas sering kali diawali oleh kelalaian yang sebenarnya dapat dicegah,” tegasnya.

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya masih melakukan pendalaman dan melengkapi administrasi penyelidikan terkait kecelakaan tersebut. Sementara kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti guna proses lebih lanjut.

Tragedi di ruas padat Jalan Trans Kalimantan itu menambah daftar panjang kecelakaan yang dipicu manuver mendahului tanpa perhitungan matang. Dalam sekejap, perjalanan yang seharusnya mengantarkan seseorang menuju tujuan justru berakhir dengan kehilangan nyawa di tengah jalan.

Pewarta : Hasan

Sumber : Humas