Bhabinkamtibmas Dukung Program Ketahanan Pangan dengan Pengecekan Kandang Kambing

Banyuwangi mediamabespolri.com – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyuwangi Polda Jatim Kombes Pol Rama Samtama Putra melalui Kapolsek Srono, AKP Sutarkam menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayahnya. Dalam rangka meningkatkan sektor peternakan Bhabinkamtibmas langsung pengecekan kandang kambing yang dimiliki oleh salah satu warga Bapak Hapidik di Dusun Melik Desa Parijatah Kulon Kecamatan Srono Banyuwangi.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di sektor peternakan, khususnya dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tengah tantangan yang ada.

 

Pada pengecekan yang dilakukan, Bhabinkamtibmas Aipda Sabta Liga Ariessandy mendampingi peternak kambing untuk memastikan bahwa kondisi kandang, serta perawatan terhadap hewan ternak tersebut, sudah sesuai dengan standar yang dianjurkan.

 

“Pengecekan meliputi aspek kebersihan kandang, kualitas pakan, serta kesehatan kambing yang menjadi perhatian utama,” ujar AKP Sutarkam

 

Kapolsek  Srono menyampaikan bahwa hal ini sangat penting agar para peternak dapat meningkatkan produktivitas ternak sekaligus menjaga kesejahteraan hewan ternak yang dipelihara.

 

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya manajemen peternakan yang baik dan benar. Kapolsek  Srono berharap, melalui keterlibatan langsung petugas Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini, dapat mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat, serta mendorong warga untuk lebih aktif dalam menjaga ketahanan pangan lokal. Ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan peternakan di tengah upaya pemulihan ekonomi.

 

Sebagai bagian dari kegiatan pengecekan, Kapolsek juga memberikan motivasi kepada para peternak untuk terus meningkatkan kualitas produk peternakan mereka, dengan harapan dapat memperbaiki pendapatan keluarga melalui hasil ternak yang berkualitas.

 

“Program ketahanan pangan di sektor peternakan diyakini dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga untuk ketahanan pangan daerah,” papar Kapolsek.

 

AKP Sutarkam menegaskan bahwa program ketahanan pangan, termasuk sektor peternakan, merupakan salah satu pilar penting dalam menciptakan ketahanan nasional. Ia berharap agar masyarakat terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dilaksanakan, demi tercapainya tujuan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian lokal.

(tim red)

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.