Kapolres Sumbawa Barat Silaturahmi ke Kodim 1628/SB, Perkuat sinergi Jaga Kamtibmas

Kapolres Sumbawa Barat Silaturahmi ke Kodim 1628/SB, Perkuat sinergi Jaga Kamtibmas

Sumbawa Barat – mediamabespolri.com // Usai Pisah Sambut Kapolres Sumbawa Barat Bersama para Pejabat utama Polres Sumbawa barat Melaksanakan Kegiatan Silaturrahmi ke Kodim 1628/Sumbawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus meningkatkan koordinasi guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Kamis,(16/07/2026)

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk memperkokoh soliditas Polri dan Tni sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mengawal berbagai program pembangunan pemerintah di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Randy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa sinergitas antara Polri dan Tni merupakan fondasi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antarinstansi akan semakin memperkuat langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di tengah masyarakat.

“Silaturahmi ini bukan sekadar mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama antara Polri dan Tni untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan wilayah. Dengan soliditas yang terbangun, kami optimistis situasi kamtibmas di Kabupaten Sumbawa Barat akan tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga membahas berbagai langkah strategis dalam meningkatkan koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan, termasuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan serta dukungan terhadap berbagai agenda pemerintahan dan kegiatan masyarakat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Anak Agung Made Subrata, mengatakan bahwa hubungan harmonis antara Polres Sumbawa Barat dan Kodim 1628/SB selama ini telah terjalin dengan sangat baik. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Sinergitas TNI–Polri merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui silaturahmi ini diharapkan koordinasi semakin solid, sehingga setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat dapat diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama dengan cepat, tepat, dan humanis,” ungkap Iptu Anak Agung Made Subrata.

Polres Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus membangun kerja sama yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan soliditas yang terus terjaga, diharapkan situasi kamtibmas di Kabupaten Sumbawa Barat senantiasa aman, damai, dan kondusif sehingga mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.

 

Redaksi MMP
HARMIATI 0066 MMP

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.