Insiden Berdarah di Kawasan Pasar 45 Manado, Seorang Pria Tewas Akibat Tikaman
MANADO, SULAWESI UTARA – Suasana kawasan pusat perbelanjaan Pasar 45, Manado, mendadak mencekam pada Sabtu (6/6/2026) siang.
Sebuah insiden berdarah yang terjadi tepat di depan Jumbo Pasar Swalayan sekitar pukul 14.00 WITA merenggut nyawa seorang pria bernama Ferry Maweru, atau yang akrab disapa Pheyy.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik setelah pihak kepolisian memastikan bahwa dua orang terduga pelaku, masing-masing berinisial BD (25) dan ND (23), telah menyerahkan diri ke Mapolresta Manado hanya selang beberapa waktu setelah kejadian berlangsung.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Perselisihan di Angkot
Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, menjelaskan bahwa akar permasalahan bermula dari perselisihan di atas kendaraan angkutan umum (mikro) yang dikendarai oleh para pelaku.
Awal Mula: Korban diduga mencegat kendaraan yang dikemudikan pelaku dan melakukan pemukulan di bagian wajah salah satu pelaku.
Upaya Mediasi yang Gagal: Pasca-insiden pemukulan, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Korban kemudian menghubungi mereka kembali untuk bertemu di area Pasar 45 dengan dalih ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Puncak Kejadian: Setibanya di lokasi, bukannya perdamaian yang terjadi, situasi justru memanas.
Berdasarkan keterangan awal tersangka, korban diduga melayangkan serangan lebih dulu menggunakan sebilah pisau.
Pelaku berhasil menangkis serangan tersebut, lalu berbalik melakukan penikaman berulang kali hingga korban jatuh tersungkur dan meninggal dunia.
Langkah Kepolisian
Polresta Manado kini telah mengamankan kedua terduga pelaku beserta barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam insiden tersebut.
“Kami telah menerima penyerahan diri dari kedua terduga pelaku sesaat setelah kejadian. Saat ini, mereka sedang dalam pemeriksaan intensif untuk mencocokkan pengakuan dengan keterangan saksi-saksi di lapangan serta alat bukti yang ada,” ujar AKP Elwin Kristanto.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi mata di lokasi kejadian untuk memastikan urutan peristiwa secara objektif.
Meskipun motif awal diduga karena masalah pribadi, penyidik menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya fakta lain yang akan terungkap selama proses penyidikan.
Kejadian sempat menyita perhatian masyarakat sekitar yang memadati kawasan Pasar 45 hingga menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.
Namun, saat ini situasi di lokasi terpantau sudah kondusif di bawah pengawasan aparat kepolisian.






