Kepedulian Nyata Ponpes Daar El Qolam 3, Kambing Kurban dari Paguyuban Asatid Mabdaul’Ilmi Bawa Manfaat bagi Warga Sekitar 

 

www.mediamabespolri.com

Tangerang – Semangat berbagi dan kepedulian sosial dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan oleh Pondok Pesantren Daar El Qolam 3 melalui program penyaluran hewan kurban kepada Masjid dan mushalla untuk masyarakat di wilayah sekitaran ponpes Daar El Qolam 3, Hewan kurban yang disalurkan tersebut dibeli dari kelompok peternak yang tergabung dalam Paguyuban Asatid Mabdaul’Ilmi yang berlokasi di Kampung Bakung RT 11 RW 08, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (3/6/2026).

 

Pembelian hewan kurban oleh Pondok Pesantren Daar El Qolam 3 mendapat apresiasi dari para anggota paguyuban karena dinilai tidak hanya membantu penyaluran kurban kepada masyarakat, tetapi juga turut mendukung perekonomian warga dan para asatidz yang mengelola usaha peternakan kambing kurban.

 

Salah satu perwakilan paguyuban, Wawan Qua, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pondok Pesantren Daar El Qolam, khususnya kepada Pimpinan Daar El Qolam 3 , KH. Zahid Purnawibawa, ST.

 

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Daar El Qolam 3 yang telah membeli kambing kurban dari Paguyuban Asatid Mabdaul’Ilmi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Hewan kurban yang dibeli kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dan para ustaz di berbagai wilayah untuk didoakan, disembelih, dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Wawan.

 

Menurutnya, langkah yang dilakukan Ponpes Daar El Qolam 3 merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat sekaligus dukungan terhadap pelaku usaha peternakan lokal. Di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi menjelang Idul Adha, pembelian hewan kurban dari kelompok masyarakat sekitar menjadi angin segar bagi para peternak.

 

Wawan menambahkan, keberadaan program kurban yang dijalankan Ponpes Daar El Qolam 3 tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima daging kurban, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi para peternak yang selama ini berupaya menyediakan hewan kurban berkualitas.

 

“Kami merasa sangat terbantu. Bukan hanya dari sisi penjualan hewan kurban, tetapi juga karena hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Ini menjadi keberkahan bagi semua pihak,” katanya.

 

Kebahagiaan juga dirasakan masyarakat penerima manfaat. Menurut sejumlah warga, penyaluran daging kurban dari Ponpes Daar El Qolam 3, menjadi momen yang sangat dinantikan setiap tahunnya karena mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga saat Hari Raya Idul Adha.

 

“Alhamdulillah masyarakat ikut senang dan bahagia. Banyak warga yang terbantu dan bisa menikmati daging kurban pada Hari Raya Idul Adha. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Daar El Qolam 3 dan KH. Zahid Purnawibawa, ST atas kepeduliannya kepada masyarakat,” ungkap Wawan.

 

Sementara itu, Ustaz Iksan selaku Ketua Paguyuban Asatid Mabdaul’Ilmi bersama Wawan Qua menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Daar El Qolam 3, yang telah mempercayakan pengadaan hewan kurban kepada paguyuban mereka.

 

Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pendidikan pesantren dengan kelompok masyarakat seperti ini menjadi contoh positif dalam membangun ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.

 

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pondok Pesantren Daar El Qolam 3, yang telah membantu membeli hewan kurban dari Paguyuban Asatid Mabdaul’Ilmi dan kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT dan membawa manfaat bagi dunia maupun akhirat,” ujar Ustaz Iksan.

 

Ia berharap semangat berbagi yang ditunjukkan Ponpes Daar El Qolam 3 dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk semakin peduli terhadap masyarakat sekitar, khususnya dalam momentum hari-hari besar keagamaan.

 

Melalui program kurban tersebut, Pondok Pesantren Daar El Qolam 3, tidak hanya menjalankan syariat Idul Adha, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi umat, serta membangun hubungan harmonis antara lembaga pendidikan pesantren dan masyarakat.

 

Di penghujung keterangannya, Ustaz Iksan dan Wawan Qua kembali menyampaikan doa terbaik untuk kemajuan Pondok Pesantren Daar El Qolam 3.

 

“Semoga Pondok Pesantren Daar El Qolam 3, semakin maju, sukses, terus menjadi lembaga yang bermanfaat bagi umat, serta senantiasa diberikan keberkahan oleh Allah SWT dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat,” tutupnya.

Penulis,”( Ahmad.S.A.MMP ).

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.