*Polresta Banyuwangi Gelar Mayur Kamtibmas di Srono, Disambut Antusias Warga*

Banyuwangi – Polresta Banyuwangi terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui program-program pembinaan yang humanis. Salah satunya adalah kegiatan Mayur Kamtibmas yang kembali digelar oleh Satuan Binmas Polresta Banyuwangi bekerja sama dengan Polsek Srono pada Jumat (14/11/2025) di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kapolsek Srono AKP Sutarkam, S.Sos, Kanit Binkamsa, PS Kasubnit Bintibsos, Kanit Binmas Polsek Srono, personel Sat Binmas Polresta Banyuwangi, seluruh anggota Polsek Srono, Bhayangkari Polsek Srono, serta ratusan warga masyarakat Desa Rejoagung.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa Mayur Kamtibmas merupakan bagian dari komitmen Polresta Banyuwangi dalam menghadirkan Polri secara humanis di tengah masyarakat.

“Program ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi jembatan kedekatan antara Polri dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga merasa didengar, dilindungi, dan didampingi dalam menjaga keamanan lingkungannya,” ujar Kapolresta.

Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., menambahkan bahwa upaya pencegahan melalui pendekatan pembinaan masyarakat menjadi pilar penting dalam mempertahankan keamanan wilayah yang kondusif.

“Kami terus mendorong personel untuk hadir secara aktif, mendengarkan aspirasi warga, serta memberikan edukasi kamtibmas secara berkelanjutan. Sinergi dengan masyarakat adalah kunci keberhasilan menjaga Banyuwangi tetap aman dan nyaman,” tegasnya.

Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Toni Irawan, S.H., M.H.,  menerangkan bahwa Mayur Kamtibmas merupakan upaya memupuk keakraban sekaligus meningkatkan literasi keamanan di tingkat desa.

“Kami ingin masyarakat merasa bahwa Polri selalu ada bersama mereka, bukan hanya ketika terjadi masalah, tetapi juga dalam kegiatan keseharian. Melalui dialog, penyuluhan, dan interaksi langsung, kami berharap warga semakin peduli terhadap keamanan lingkungannya,” ujar Kompol Toni.

Kasat Binmas  juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi warga Desa Rejoagung yang begitu tinggi.

“Sambutan hangat warga menjadi bukti bahwa hubungan Polri dan masyarakat semakin erat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan yang lebih humanis,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, warga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan kriminalitas, pentingnya ronda dan keamanan lingkungan, hingga cara melaporkan potensi gangguan kamtibmas. Sesi dialog dibuka luas bagi warga untuk menyampaikan masukan, keluhan, maupun laporan terkait kondisi keamanan.

Personel Sat Binmas dan Polsek Srono memberikan tanggapan langsung, sebagai bentuk pelayanan cepat dan responsif.

Kehadiran Bhayangkari Polsek Srono turut menambah kehangatan suasana melalui kegiatan sosial dan kebersamaan dengan masyarakat.

Warga Rejoagung menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polresta Banyuwangi yang dinilai semakin terbuka, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.,  Polresta Banyuwangi terus memperkuat strategi pencegahan berbasis pembinaan masyarakat. Melalui Sat Binmas, program-program humanis seperti Mayur Kamtibmas dihadirkan sebagai wujud nyata Polri Presisi—tanggap, unggul, dan humanis.

Dengan sinergi yang semakin solid antara Polri dan masyarakat, keamanan dan kenyamanan wilayah Banyuwangi diharapkan akan semakin terjaga dan berkelanjutan. (*Syam*)

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.