Pelepasan Siswa-Siswi Kelompok B Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Muda  Angkatan Ke XIII 

Kubu Raya,Kalbar,Mediamabespolri.com Pelepasan siswa-siswi kelompok B Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Muda  angkatan ke XIII yang beralamat di Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Sabtu 14 Juni 2025 dan berfhoto bersama pengurus Laskar Anti korupsi Indonesia ( LAKI ) dan Media Centre Indonesia Kalbar

Acara pelepasan berlangsung dengan penuh keceriaan dengan penampilan anak-anak TK Tunas Muda, yakni gerak dan lagu 4 kata ajaib, pembacaan puisi, pembacaan teks pancasila, pembacaan doa untuk kedua orang tua, pembacaan yel-yel TK Tunas Muda, selama pendidikan mereka juga di ajarkan pendidikan pemberantasan korupsi , agar mereka bisa menjadi pemimpin yang jujur dan amanah.

Sebelum kegiatan dimulai siswa siswi diiringi drum band dari SMK Negeri 9 Pontianak serta penampilan menarik lainnya, yang membuat suasana penuh ceria dan gembira.

Kepala Sekolah TK Tunas Muda, Yuniarsih, S.Pd, Gr, mengatakan jumlah siswa keseluruhan di TK Tunas Muda Tahun 2024-2025 angkatan XIII sebanyak 24 siswa, sedangkan pelepasan siswa sebanyak 16 orang.

“Pelepasan siswa-siswi Kelompok B tahun ajaran 2024-2025 TK Tunas Muda berjumlah 16 siswa. Sedangkan 8 siswa masih di TK Tunas Muda karena masih belum cukup umur untuk melanjutkan ke tingkat dasar,” ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Gerakan Peduli Bangsa Diny Meiri Sandy, SH, mengatakan di TK Tunas Muda ini siswa siswi diberikan pendidikan kejujuran dan anti korupsi.

“Kita ajarkan juga pemahaman anti korupsi, kepada anak-anak sejak usia dini, ini pendidikan paling penting,” ujarnya.

Diny Meiri Sandy berharap kedepan siswa-siswi dari TK Tunas Muda ini menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi masyarakat, negara dan membanggakan kedua orang tua.

“Kepada para guru kami ucapkan terima kasih,  atas ilmu nya dalam mencetak generasi untuk bangsa,” ucapnya.

Koorwil Sungai Kakap, Nazarhan, S. Pd, mengatakan Koorwil merupakan perpanjangan tangan dari Diknas Kubu Raya, memberikan apresiasi kepada TK Tunas Muda, ini merupakan luar biasa.

“Luar biasa, ternyata TK Tunas Muda ini siswa-siswinya diajarkan pendidikan anti korupsi,” ujarnya.

Nazarhan berharap semoga TK Muda tetap Berjaya dan maju dalam mencetak generasi untuk bangsa.

“Terima kasih kepada guru yang sudah memberikan Pendidikan kepada anak-anak di usia dini, semoga menjadi anak yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ucapnya.

Nazarhan menambahkan bahwa program Wajib Belajar (Wajar) 13 tahun adalah program pendidikan yang mencakup 1 tahun pendidikan prasekolah (PAUD) dan 12 tahun pendidikan dasar dan menengah.

“Wajib belajar 13 tahun ini, yaitu penambahan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum SD harus masuk TK dulu, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program Wajar 13 tahun akan dimulai pada tahun 2025,” ucapnya.

Perwakilan Wali Murid, Nurbaiti mengucapkan terima kasih kepada para guru atas ilmu, pendidikan bimbingannya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada guru atas ilmu yang diberikan kepada anak-anak kami, serta kepada semua pihak yang ada di TK Tunas Muda,” ujarnya.

Red/Hasan

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.