*Wakil Ketua I DPRD Poso Sesi Kd Mappeda, Soroti Kerusakan Hutan Dihulu Air Terjun Wera*
*Wakil Ketua I DPRD Poso Sesi Kd Mappeda, Soroti Kerusakan Hutan Dihulu Air Terjun Wera*

Tentena Poso Sulawesi Tengah Mediamabespolri.com// Air terjun Salopa atau sering di sebut air terjun wera merupakan salahsatu ikon wisata danau Poso kebanggaan rakyat propinsi Sulawesi tengah. Seiring perkembangan waktu keindahan dihulu air terjun ini telah di rusak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi ini di sorot wakil ketua I DPRD Poso Sesi Kd Mappeda. SH,MH ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi air terjun Salopa di desa Wera Kecamatan Pamona Puselemba kabupaten Poso Sulawesi Tengah (08/04/2026)
Dalam keterangannya Sesi Kd Mappeda mengatakan. “sangat menyedihkan melihat kondisi air terjun Saluopa saat ini. Perubahan suara dari gemuruh menjadi sayup-sayup” adalah sinyal kuat bahwa ekosistem di hulu sedang tidak baik-baik saja.”Pembalakan hutan di sekitar Tentena, khususnya di area tangkapan air Saluopa, secara langsung merusak fungsi hutan sebagai spons alami, tanpa tutupan pohon yang rapat” ujarnya.
Menurut wakil ketua 1 Dprd Poso menurunnya debit air di air terjun Salopa akibat resapan air hilang, tanah tidak lagi mampu menyimpan air hujan untuk dialirkan perlahan ke sungai. Akibat debit tidak stabil air langsung meluncur menjadi banjir saat hujan, tapi kering kerontang (debit kecil) saat kemarau.

“Kondisi air terjun mulai kehilangan Ikon Wisata padahal pesona 12 tingkat Saluopa terletak pada volume airnya; jika debitnya hilang, daya tarik wisatanya pun ikut pudar”, jelasnya.
Lebih lanjut Sesi Kd Mappeda SH mengatakan kondisi ini bukan sekadar masalah estetika, tapi peringatan bagi keseimbangan alam di Poso. Jika hutan terus ditebang, kita tidak hanya kehilangan suara air terjun, tapi juga cadangan air untuk masa depan.
Untuk menyelamatkan obyek pariwisata saluopa diperlukan perhatian yang serius dari pemerintah daerah kabupaten Poso, dalam hal ini dinas lariwisata, dinas lingkungan hidup dan dinas kehutanan(UPTD) serta dinas terkait lainnya.
selanjutnya penegakan hukum atas pembalakan liar harus lebih tegas lagi, APH di wilayah bersama Pemerintah Desa diharapkan lebih serius dan fokus untuk menangani hal ini. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama, karena kelangsungan ekosistim harus menjadi tanggung jawab bersama untuk menjamin kehidupan generasi, tandasnya.
Salah satu warga Wera yang dihubungi Mediamabespolri.com mengakui adanya penebangan hutan di hulu air terjun Salopa, “benar ada penebangan hutan di hulu air terjun Salopa kami sudah laporkan ke kades Wera, hingga pihak dinas Pariwisata Poso”

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya air terjun Salopa, awalnya dikelola pemerintah dan warga desa Tonusu tahun 1990 jauh sebelum desa Wera terbentuk. Pemerintah Desa Tonusu telah membuat aturan agar di hulu sungai di larang melakukan penebangan hutan apalagi jika ada warga yang membuka kebun akan di usir, begitupun dengan pihak yang melakukan penebangan liar akan di laporkan ke Polisi sebagai tindakan merusak air terjun ini, tegasnya.
Warga ini berharap agar dinas kehutanan Poso bertindak tegas mengusir dan menghentikan serta memproses hukum warga yang membuka kebun dihulu sungai Salopa. Warga inj menyampaikan apresiasinya kepada wakil ketua I DPRD Sesi Kd Mappeda SH, MH yang telah menyampaikan keprihatinannya ke publik dan mendesak pihak terkait melakukan langkah kongrit guna melindungi kelestarian air terjun Salopa” tutupnya
Redaksi Biro Investigasi Nasional
Obeth Kapita





