Supeyer Yayat Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas Makanan Bergizi Siswa.
Supeyer Yayat Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas Makanan Bergizi Siswa.

Enrekang – mediamabespolri.com // 11 Agustus 2025
Menanggapi mencuatnya informasi terkait penyajian nasi goreng yang disebut-sebut sudah basi untuk anak-anak sekolah di Kecamatan Enrekang beberapa hari lalu, Supeyer (Supplier) Dapur Makanan Bergizi, Yayat, memutuskan untuk tidak lagi memasukkan nasi goreng dalam menu makanan bergizi bagi siswa.
Saat ditemui media di Jalan Emmisailan, Galung Melati, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Senin (11/8/2025), Yayat menjelaskan bahwa pergantian menu dilakukan demi menjaga kualitas makanan.
“Nasi goreng itu cepat basi, jadi sekarang kami hanya membuat nasi putih. Lauk pauknya tetap sama seperti sebelumnya, hanya nasinya saja yang diganti,” jelas Yayat.
Selain isu nasi goreng, Yayat juga membantah kabar yang beredar di masyarakat tentang telur basi yang disajikan untuk siswa.
“Di lapangan, telur itu tidak basi. Memang ada bintik sedikit di bagian cangkang, tapi itu bukan tanda telur basi,” tegasnya.

Yayat menambahkan, tim dapur makanan bergizi saat ini masih membutuhkan tambahan dua hingga tiga dapur untuk mengakomodasi seluruh sekolah di Kecamatan Enrekang.
Di Kelurahan Puserren, tepatnya di Bamba, sudah ada pihak yang berencana membuat dapur bergizi.
Yayat mengungkapkan bahwa rencana tersebut datang dari Hardiono, warga Mendatte Pina, Desa Mendatte, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Hardiono berencana mengelola dapur bergizi di Bamba dengan konsep serupa seperti yang dijalankan tim Yayat saat ini. Ia berharap tim survei dari Jakarta dapat merekomendasikan dapur bergizi tersebut agar segera beroperasi.
Sementara di Kelurahan Galonta, tepatnya di Batili, juga ada pihak yang berminat mendirikan dapur makanan bergizi.
“Kalau ketiganya nanti sudah beroperasi, kita tinggal mengatur pembagian wilayah mana yang bisa dikover oleh masing-masing dapur bergizi ini,” pungkas Yayat.
Profil Singkat Hardiono
Hardiono adalah tokoh masyarakat asal Mendatte Pina, Desa Mendatte, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Selain aktif dalam kegiatan sosial, ia juga merupakan pengelola objek wisata Mendatte Pina yang memiliki fasilitas kolam renang, kuliner khas Enrekang, serta berbagai spot swafoto (selfie) yang menarik bagi pengunjung, baik remaja maupun orang dewasa.
Berbekal pengalamannya dalam pengelolaan tempat wisata dan usaha kuliner, Hardiono berkomitmen mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Motivasi membangun dapur bergizi di Bamba muncul dari kepeduliannya terhadap kesehatan generasi muda, khususnya dalam pencegahan stunting dan peningkatan fokus belajar siswa melalui asupan makanan bergizi yang terjamin kebersihan dan kualitasnya.
Latar Belakang Program
Program dapur makanan bergizi di Kabupaten Enrekang merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat menyediakan asupan gizi seimbang bagi anak-anak sekolah untuk mencegah stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Program ini dijalankan melalui dapur-dapur yang dikelola tim terlatih dengan standar kebersihan, kualitas, dan nilai gizi tertentu. Menu biasanya terdiri dari nasi, lauk pauk, sayuran, dan buah, disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak.

Setiap dapur bertugas mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah sesuai wilayah cakupan. Meski mendapat banyak dukungan, tantangan di lapangan seperti keterbatasan tenaga, peralatan, dan pengelolaan menu tetap menjadi perhatian. Kasus nasi goreng yang cepat basi dan isu telur basi menjadi evaluasi penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga hingga ke tangan siswa.
Redaksi mediamabespolri.com
Yudi






