Menu MBG di SMAN 1 Kediri Dinilai Tidak Memenuhi Standar Gizi, Sekolah Harap Ada Evaluasi dari SPPG
Kediri, 4 Desember 2025
MEDIAMABESPOLRI.COM — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SMAN 1 Kediri kembali dikeluhkan pihak sekolah. Berdasarkan peninjauan langsung jurnalis Media Mabes Polri, pembagian makanan di sekolah berlangsung tertib, namun kualitas menu yang diberikan dinilai jauh dari standar gizi yang seharusnya dipenuhi program MBG.
Dalam pengamatan di lokasi, menu yang disajikan terdiri dari nasi, sedikit ayam suwir di atas selada, satu bungkus kecil kacang asin, tiga butir anggur, dan satu botol minuman fermentasi. Berdasarkan analisis kandungan gizi, menu tersebut hanya memenuhi sekitar 65% standar gizi harian MBG untuk jenjang SD kelas tinggi, SMP, dan SMA.
Adapun standar gizi yang diwajibkan pemerintah untuk porsi besar MBG adalah:
- Energi: 583,2 kkal
- Protein: 15,8 g
- Lemak: 14,7 g
- Karbohidrat: 95,9 g
- Serat: 2,9 g
Sementara itu, dari hasil perhitungan perkiraan gizi pada menu yang diterima siswa SMAN
1 Kediri, kandungan yang terpenuhi hanya sekitar:
- Energi: 382 kkal (65,5%)
- Protein: 15 g (95%)
- Lemak: 9 g (61%)
- Karbohidrat: 60 g (63%)
- Serat: 1,5 g (52%)
Dengan demikian, menu MBG yang diberikan baru memenuhi sekitar 60–65% asupan yang dipersyaratkan.
Salah satu panitia sekolah yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak memiliki banyak pilihan untuk menyampaikan keberatan.
“Menu hari ini memang lebih baik dibandingkan kemarin, tapi kami dilarang mengeluh oleh pihak SPPG. Kalau mau komplain, katanya silakan pindah dapur. Masalahnya, semua dapur sudah penuh, sehingga kami tidak bisa memilih layanan lain,” ungkapnya.
Pihak sekolah mempertanyakan peran pengawasan SPPG Kecamatan Kediri. Berdasarkan informasi yang diterima, dapur yang melayani SMAN 1 Kediri adalah SPPG Montong Are 2.
Dalam peninjauan di lapangan, beberapa siswa terlihat tidak menghabiskan menu MBG mereka, sehingga banyak sisa nasi dikumpulkan oleh petugas. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara tujuan program MBG dan kualitas sajian yang diterima siswa.
Sekolah berharap adanya evaluasi menyeluruh dari pihak SPPG agar kualitas MBG kembali sesuai standar, sehingga program ini benar-benar memberikan manfaat kesehatan dan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
- Jurnalis : Akh Afandi
- Editor: Red|Mediamabespolri.com






