Seleksi Terbuka Lima Jabatan Strategis di Pemkot Tangsel Memasuki Tahap Krusial, KNPI Ingatkan Bahaya “Titipan”
www.mediamabespolri.com
TANGERANG SELATAN, 8 April 2026 — Proses seleksi terbuka (open bidding) untuk pengisian lima jabatan strategis eselon II.b di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini memasuki tahap krusial. Sebanyak 25 kandidat terbaik yang telah lolos seleksi administrasi dan tahapan awal, saat ini tengah bersaing ketat memperebutkan posisi-posisi penting yang dinilai sangat menentukan arah kebijakan dan kualitas pelayanan publik di daerah tersebut.
Adapun lima jabatan yang dilelang dalam proses ini meliputi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Staf Ahli Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Proses seleksi ini menjadi sorotan publik, mengingat posisi-posisi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Tidak hanya berpengaruh terhadap kinerja internal pemerintahan, jabatan-jabatan tersebut juga berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat.
Sorotan tajam datang dari Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Selatan, Sopian Hadi Permana atau yang akrab disapa Sopian HP. Ia menegaskan bahwa proses open bidding ini tidak boleh hanya menjadi ajang formalitas semata, apalagi dijadikan sarana untuk meloloskan nama-nama “titipan” yang tidak memenuhi prinsip profesionalitas.
Menurut Sopian, mekanisme seleksi terbuka seharusnya menjadi instrumen untuk menjaring aparatur sipil negara (ASN) terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang jelas. Ia mengingatkan bahwa jabatan eselon II.b bukan sekadar posisi administratif, melainkan motor penggerak utama dalam implementasi kebijakan publik.
“Jabatan-jabatan yang saat ini dilelang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, prinsip meritokrasi harus dijunjung tinggi dan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik ataupun kedekatan personal,” ujar Sopian dalam keterangannya kepada awak media.
Lebih lanjut, ia juga mendorong panitia seleksi (pansel) untuk bekerja secara independen, profesional, dan transparan dalam setiap tahapan seleksi. Menurutnya, keterbukaan informasi kepada publik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses ini.
Sopian menambahkan, masyarakat kini semakin kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan, termasuk dalam proses pengisian jabatan strategis. Oleh karena itu, ia berharap seluruh tahapan seleksi dapat dilakukan secara objektif dan bebas dari intervensi pihak manapun.
“Kalau proses ini dijalankan dengan benar, maka hasilnya akan melahirkan pejabat-pejabat yang benar-benar kompeten dan mampu membawa perubahan positif bagi Kota Tangerang Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui panitia seleksi memastikan bahwa seluruh proses open bidding dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mengedepankan sistem merit sebagai dasar utama penilaian.
Tahapan seleksi yang kini sedang berlangsung meliputi uji kompetensi, penilaian rekam jejak, serta wawancara akhir yang akan menentukan kandidat terbaik untuk masing-masing posisi.
Nantinya, nama-nama yang lolos akan diajukan kepada pejabat pembina kepegawaian untuk ditetapkan secara resmi.
Dengan proses yang kini memasuki fase penentuan, publik berharap seleksi terbuka ini benar-benar menghasilkan pejabat yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama agar kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan tetap terjaga, sekaligus memastikan bahwa reformasi birokrasi berjalan sesuai dengan harapan bersama.
Editor,”( Ahmad.S.A/Toni )






