Polsek Pamona Utara Rilis Kronologis Dua Orang Tenggelam Di Aliran Danau Poso*

*Polsek Pamona Utara Rilis Kronologis Dua Orang Tenggelam Di Aliran Danau Poso*

Tentena, Poso Sulawesi-Tengah Mediamabespolri.com// Polsek Pamona Utara merilis kejadian dua orang tenggelam di aliran danau Poso depan Hotel Pamona indah Kelurahan Sangele Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Sulawesi Tengah (18/08/2026)

Dalam rilis yang di terima media ini di jelaskan. Identitas korban pertama
Nama : Paskal Albesta Ganna Galamba
Tempat/Tgl. Lahir : Jakarta, 11 April 2004 Agama : Kristen Alamat : Kelurahan Tentena

Korban kedua
Nama : Vitmar Rifaldis Galaento
Tempat/Tgl. Lahir : Wowandula, 30 September 2003 Agama : Kristen
Alamat : Desa Tabarano, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara

Identitas saksi-saksi
. Gusti Yosanto, 18 tahun
Alamat : Kelurahan Sangele, Yitra Sena Togasi 19 tahun , Mahasiswa, alamat :Kelurahan Pamona
Serin Avelia Manggora, 16 tahun
Pelajar kelas 10 SMK 2 Tentena
Alamat : Desa Poleganyara

Kronologis kejadian
Pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WITA saksi Yitra Sena Togasi bersama saksi Serin Avelia Manggora berangkat dari tempat kost mereka di wilayah Pamona menuju ke Dermaga Lama, depan Hotel Pamona Indah, Kelurahan Sangele dengan maksud melihat orang yang sedang memancing.

Setelah sampai di lokasi, tidak lama kemudian datang kedua korban, yaitu Paskal Albesta Ganna Galamba dan Vitmar Rifaldis Galaento, dengan menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam, Sesampainya di lokasi, saksi Yitra dan Serin sempat berbincang-bincang dengan kedua korban.

Selanjutnya, kedua korban turun ke aliran Danau Poso untuk mandi. Sekitar 10 menit kemudian, korban Vitmar Rifaldis Galaento berenang menuju ke arah tangga dermaga, pada saat bersamaan, korban Paskal Albesta Ganna Galamba meminta pertolongan dengan berkata, “Tolong saya, sudah tidak mampu saya”

Mendengar hal tersebut, korban Vitmar kemudian kembali berenang dengan maksud menolong korban Paskal. Namun, saksi. Yitra melihat kedua korban sudah dalam kondisi kelelahan dan terbawa arus air.

Pada saat kejadian, saksi Gusti Yosanto, yang sedang memancing di sekitar lokasi, melihat kedua korban dalam kondisi membutuhkan pertolongan. Gusti kemudian turun ke Danau Poso untuk berusaha menyelamatkan korban Paskal. Namun, saksi tidak mampu menyelamatkan korban karena kondisi arus air cukup kuat, sehingga Gusti kembali ke daratan.

Melihat kondisi tersebut, Yitra Sena Togasi bersama Serin Avelia Manggora kemudian pergi meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Selanjutnya dilakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap kedua korban dengan melibatkan personel Polsek Pamona Utara bersama masyarakat dan pihak terkait.

Kedua korban setelah ditemukan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga, korban Paskal Albesta Ganna Galamba, selanjutnya disemayamkan di rumah duka keluarga di Kelurahan Tentena, Kabupaten Poso.

Korban, Vitmar Rifaldis Galaento selanjutnya dibawa oleh pihak keluarga ke Desa Taliwan Kecamatan Mori atas Kabupaten Morowali Utara, untuk disemayamkan keluarganya

Situasi selama proses pencarian, evakuasi dan penyerahan kedua korban kepada pihak keluarga berjalan aman dan kondusif

Berdasarkan keterangan para saksi, kejadian tenggelamnya 2 (dua) orang korban terjadi saat korban sedang mandi di aliran Danau Poso, tepatnya di sekitar Dermaga Lama, depan Hotel Pamona Indah, Kelurahan Sangele

Kejadian diduga terjadi karena kedua korban mengalami kelelahan saat berada di dalam air dan terbawa arus yang cukup kuat, sehingga tidak mampu kembali ke tepi dermaga.

Upaya pertolongan awal telah dilakukan oleh saksi Gusti Yosanto dengan turun ke danau untuk menyelamatkan korban, namun tidak berhasil karena kondisi arus air cukup kuat dan berisiko terhadap keselamatan penolong.
kejadian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas mandi atau berenang di sekitar lokasi tersebut memiliki risiko terhadap keselamatan jiwa, khususnya apabila kondisi arus air cukup kuat.

Setelah dilakukan pencarian dan evakuasi, kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya disemayamkan sesuai dengan ketentuan keluarga masing-masing.

Kapolsek Pamona Utara AKP Risdiyanto dalam keterangannya mengatakan
Kejadian serupa masih berpotensi terjadi apabila masyarakat tetap melakukan aktivitas mandi atau berenang di lokasi yang memiliki arus cukup kuat tanpa memperhatikan faktor keselamatan.

“,Olehnya masyarakat di himbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas di sekitar perairan Danau Poso, khususnya di wilayah Dermaga Lama. “Potensi kecelakaan air dapat meningkat apabila kondisi arus atau debit air berubah dan masyarakat tidak mengetahui kondisi perairan di lokasi tersebut. Diperlukan langkah pencegahan secara berkelanjutan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan air di lokasi yang rawan” ungkapnya.

Menurut Kapolsek AKP Risdiyanto
Polsek Pamona Utara bersama pemerintah kelurahan dan instansi terkait akan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas mandi atau berenang di lokasi yang memiliki arus kuat.

Dan akan dilakukan pemasangan papan imbauan atau tanda peringatan keselamatan di sekitar Dermaga Lama dan lokasi perairan yang dianggap rawan. Selain itu akan meningkatkan kegiatan patroli dan pemantauan di lokasi-lokasi yang sering digunakan masyarakat untuk mandi atau berenang, khususnya pada waktu sore hari.

“Kami Polsek Pamona Utara akan terus meningkatkan koordinasi dengan masyarakat sekitar dalam rangka deteksi dini dan penanganan cepat apabila kembali terjadi kecelakaan di wilayah perairan” tutupnya

(Obeth Kapita)