Polri Buka Rekrutmen 2026, Puluhan Warga Bantaeng Antusias Mendaftar

Polri Buka Rekrutmen 2026, Puluhan Warga Bantaeng Antusias Mendaftar

Bantaeng Sulawesi Selatan, mediamabespilri.com, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengabdi melalui Rekrutmen Anggota Polri Tahun Anggaran 2026.

Pendaftaran dibuka secara serentak di seluruh Indonesia mulai 9 hingga 30 Maret 2026, dengan tiga jalur utama yang tersedia, yakni Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama.

Di Kabupaten Bantaeng, proses awal seleksi telah mulai berjalan. Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo melalui Kabag SDM Polres Bantaeng, Kompol Abdul Rachim, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan verifikasi berkas pendaftaran online serta pengukuran tinggi badan bagi para calon peserta.

“Verifikasi ini merupakan tahapan awal untuk memastikan kelengkapan administrasi dan keabsahan data peserta yang telah mendaftar melalui sistem online,” jelasnya, Sabtu (29/3/2026).

Selain itu, pengukuran tinggi badan juga menjadi bagian penting dalam memenuhi persyaratan fisik yang telah ditetapkan dalam seleksi penerimaan anggota Polri.

Berdasarkan data hingga 29 Maret 2026, jumlah pendaftar di wilayah Bantaeng tercatat sebanyak 56 orang. Rinciannya, Akpol 2 orang, Bintara PTU/SPKT 42 orang, Bintara Intelijen 7 orang, Bintara Polair 1 orang, Bintara Rekpro 1 orang, serta Tamtama Brimob 3 orang.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari institusi Polri.

Kompol Abdul Rachim menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan tanpa biaya.

“Pendaftaran dilakukan secara online dan gratis. Kami mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), serta slogan ‘No KKN, No Calo’,” tegasnya.

Setelah tahapan verifikasi berkas dan pengukuran tinggi badan, peserta akan melanjutkan ke proses penandatanganan fakta integritas dan pengambilan sumpah.

Selanjutnya, pemeriksaan administrasi awal akan dilaksanakan sesuai jadwal dari Mabes Polri, yakni mulai 31 Maret hingga 16 April 2026, yang dibagi dalam tiga tahapan:

Akpol: 31 Maret – 4 April 2026

Bintara: 5 – 11 April 2026

Tamtama: 12 – 16 April 2026

Dengan tahapan yang terus berjalan, diharapkan seluruh proses seleksi dapat berlangsung secara objektif dan melahirkan calon anggota Polri yang berkualitas serta berintegritas tinggi.

(Ramli Rifal)

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.