Pemkab Demak Gelar Pengantar Tugas dan Penyambutan Kapolres Demak

Demak – Mediamabespolri.com//Pemerintah Kabupaten Demak menggelar acara pengantar tugas dan penyambutan Kapolres Demak di Pendopo Satya Bakti Praja, Rabu (14/1/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi momentum apresiasi sekaligus penguatan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Kepolisian.

 

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pejabat Utama Polres Demak, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Demak, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

 

Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada AKBP Ari Cahya Nugraha atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian selama menjabat sebagai Kapolres Demak.

 

Menurutnya, selama kepemimpinan AKBP Ari Cahya Nugraha, sinergi antara Polres Demak dan Pemerintah Kabupaten Demak terjalin dengan sangat baik.

 

Ia menuturkan, sinergi tersebut dirasakan nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pengamanan agenda-agenda strategis daerah, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

 

Berbagai tantangan pun berhasil dilalui bersama, mulai dari pengamanan kegiatan pemerintahan, sosial kemasyarakatan, hingga menjaga kondusivitas wilayah.

 

Bahkan ketika sejumlah kabupaten/kota di sekitar Demak sempat mengalami gangguan keamanan, wilayah Kabupaten Demak tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

 

Lebih lanjut, Bupati Demak beserta jajaran menyambut Kapolres Demak yang baru, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, dengan penuh harapan.

 

Ia berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antara Polres Demak, Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus dilanjutkan serta ditingkatkan ke depan.

 

Sementara itu, AKBP Ari Cahya Nugraha mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat atas dukungan serta kerja sama selama dirinya bertugas di Kabupaten Demak selama 1 tahun 5 bulan 15 hari.

 

Ia menyebut Demak sebagai daerah yang religius dan bersejarah, dengan karakter masyarakat yang santun serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

 

Menurutnya, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga harmoni sosial serta menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

 

Seluruh agenda pengamanan dan dinamika kamtibmas dapat berjalan dengan baik berkat komunikasi dan kolaborasi yang solid.

 

“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

 

AKBP Ari Cahya Nugraha selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Tengah.

 

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Demak yang baru, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas loyalitas serta pengabdian AKBP Ari Cahya Nugraha selama memimpin Polres Demak. Ia menilai berbagai capaian dan sinergi yang telah terbangun bersama Pemerintah Kabupaten Demak dan seluruh elemen masyarakat menjadi pondasi yang kuat untuk melanjutkan tugas ke depan.

 

AKBP Arrizal Samelimo Gandasaputra menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Daerah, TNI, Forkopimda, serta seluruh komponen masyarakat dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Demak.

 

“Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang solid antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, kami optimistis Kabupaten Demak akan semakin bermartabat, maju, dan sejahtera,” ujar Perwira Menengah lulusan AKPOL Tahun 2006 yang akrab di sapa AKBP Samel.”

Redaksi//Mediamabespolri.com

Investigasi

Rilis: Suyono

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.