Peduli Keselamatan Sesama, Pemuda Maiskolen Tambal Jalan Berlubang di Kecamatan Amanuban Selatan

Peduli Keselamatan Sesama, Pemuda Maiskolen Tambal Jalan Berlubang di Kecamatan Amanuban Selatan


​Soe Timor Tengah Selatan –mediamabespolri.com // Bergerak atas dasar kemanusiaan dan kepedulian terhadap keselamatan sesama, kelompok pemuda yang tergabung dalam Pemuda Maiskolen melakukan aksi nyata dengan menambal jalan rusak dan berlubang di sepanjang jalan umum Desa Polo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

​Aksi ini difokuskan pada titik-titik yang selama ini dianggap sebagai jalur maut, salah satunya di tanjakan Kobe Bi Uik, sebuah titik rawan yang kerap memakan korban akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh kondisi jalan yang buruk.

​Wujud Nyata Kepedulian
​Kondisi jalan yang berlubang di sepanjang jalan kecamatan telah lama meresahkan warga dan pengguna jalan.

Menanggapi hal tersebut, para pemuda Maiskolen berinisiasi untuk turun langsung ke lapangan. Tindakan ini merupakan bentuk empati terhadap para pengendara yang setiap hari harus bertaruh nyawa melintasi jalur tersebut.

​”Ini adalah tindakan nyata bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan sesama manusia. Kami tidak ingin ada lagi korban jatuh di jalan ini, terutama di titik kritis seperti tanjakan Kobe Bi Uik,” ujar salah satu perwakilan pemuda Maiskolen.

​Gerakan swadaya ini tidak berjalan sendiri. Aksi mulia tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai unsur pemerintah setempat, mulai dari:
​Perangkat Desa Polo,
​Pemerintah Kecamatan Amanuban Selatan,
​Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Amanuban Selatan, dan juga
​Komando Rayon Militer (Koramil) setempat.

​Sinergi antara pemuda dan instansi pemerintah ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Pemerintah setempat berharap aksi ini dapat memberikan rasa aman sementara bagi warga yang melintas.

​Pesan untuk Pemerintah Daerah dan Pusat
​Aksi pemuda Maiskolen ini sejatinya merupakan sebuah pesan moral sekaligus “sentilan” bagi pemangku kebijakan.

Apa yang dilakukan oleh para pemuda ini patut menjadi contoh bagi pemerintah, baik di tingkat daerah hingga pusat, agar lebih peka terhadap infrastruktur dasar masyarakat.

​Harapan besar tersirat dari aksi ini agar pemerintah segera mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan permanen jalan-jalan yang rusak di wilayah Amanuban Selatan.

Infrastruktur jalan yang layak bukan hanya soal kelancaran transportasi, melainkan soal menjamin keselamatan nyawa warga negara.

Red// mediamabespolri.com
Investigasi nasional
Wilson