Lansia Hidup di Rumah Nyaris Ambruk, Warga Cikande Desak Pemerintah Segera Turun Tangan

 

www.mediamabespolri.com

 

Tangerang — Potret memprihatinkan kembali terungkap di tengah masyarakat. Seorang lansia bernama Ibu Mimin, warga RT 09 RW 06, harus bertahan hidup di rumah bilik bambu yang kondisinya kian rapuh dan nyaris ambruk.

Fakta ini terungkap saat Ahmad S.A., selaku awak media, melakukan kegiatan sosial kontrol ke kampung halamannya pada Jumat sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam kunjungannya, ia mendapati kondisi rumah yang jauh dari kata layak huni:

dinding bilik bambu yang mulai lapuk, lantai hanya berupa semen acian kasar, serta atap genteng model lama yang sudah tidak kokoh dan berpotensi roboh sewaktu-waktu.

 

Situasi ini menjadi semakin memprihatinkan mengingat Ibu Mimin merupakan seorang lansia yang hidup sendiri setelah lama ditinggal suaminya.

Dengan keterbatasan fisik akibat faktor usia, ia sudah tidak mampu lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selama ini, kebutuhan dasar Ibu Mimin hanya mengandalkan bantuan dari anaknya.

“Kondisi rumahnya sangat mengkhawatirkan. Jika hujan deras atau angin kencang, sangat berisiko roboh,” ujar Ahmad S.A. saat ditemui di lokasi.

 

Pihak RT setempat bersama warga sekitar yang dikonfirmasi awak media juga menyampaikan keprihatinan yang sama. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan melalui program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni).

Program Rutilahu sendiri merupakan bentuk rehabilitasi sosial yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, dengan fokus utama pada perbaikan struktur dasar rumah seperti atap, dinding, dan lantai agar memenuhi standar kelayakan hunian.

 

“Kami sangat berharap rumah Ibu Mimin bisa segera mendapat bantuan.

 

Ini sudah sangat mendesak, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkap salah satu warga setempat.

 

Harapan besar kini tertuju kepada pemerintah kecamatan hingga pemerintah kabupaten agar segera melakukan verifikasi dan tindakan nyata.

 

Kondisi rumah yang hampir ambruk ini dinilai sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan penanganan cepat.

 

Di tengah berbagai program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah, kisah Ibu Mimin menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang luput dari perhatian.

 

Kepedulian dan respons cepat dari pihak terkait sangat dinantikan, agar Ibu Mimin dapat menjalani masa tuanya dengan lebih aman dan layak.

 

Kasus ini sekaligus menjadi cerminan bahwa pengawasan sosial dari masyarakat dan media tetap menjadi kunci dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

Kini, publik menunggu—apakah pemerintah akan segera hadir menjawab harapan seorang lansia yang hidup di ujung ketidakpastian.ujar,” Ahmad.S.A.

Red,”(ASA)