Jaga Kesehatan di Tengah Karhutla, Rumkit Bhayangkara Ajak Masyarakat Waspadai Dampak Asap Melalui Kalteng Bicara TVRI

Baca selengkapnya⤵️⤵️⤵️✍️✍️✍️🇮🇩💯

Palangka Raya, Mediamabespolri.com – Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, dr. Ivan Chandra, Sp.P., MM., dan Dokter Umum Rumkit Bhayangkara, dr. Karina Yesika, saat menjadi narasumber dalam program Kalteng Bicara TVRI.

Dalam kesempatan tersebut, kedua narasumber membahas berbagai dampak paparan asap Karhutla terhadap kesehatan masyarakat, gejala yang perlu diwaspadai, kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Menurut dr. Ivan Chandra, Sp.P., MM., asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan mengandung berbagai partikel dan zat pencemar yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

“Paparan asap Karhutla dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas. Pada masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya, paparan asap dapat memperburuk kondisi yang sudah ada,” jelas dr. Ivan.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak asap tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang memiliki penyakit tertentu. Paparan asap dalam konsentrasi tinggi maupun dalam waktu yang cukup lama dapat memengaruhi kesehatan masyarakat secara umum.

Sementara itu, dr. Karina Yesika turut memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali gejala gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap Karhutla serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memantau kondisi dan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat, masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus keluar rumah.

“Yang tidak kalah penting adalah melindungi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta pasien yang memiliki penyakit paru atau gangguan pernapasan. Jika tidak ada kebutuhan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dikurangi ketika kualitas udara sedang buruk,” tambahnya.

Selain mengurangi paparan asap, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk yang menetap atau semakin berat, nyeri dada, maupun kesulitan bernapas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Rumkit Bhayangkara dalam program Kalteng Bicara TVRI merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

“Rumkit Bhayangkara tidak hanya hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga berupaya meningkatkan edukasi dan pencegahan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi Karhutla,” ujar AKBP dr. Anton Sudarto.

Keikutsertaan Rumkit Bhayangkara Palangka Raya dalam program Kalteng Bicara TVRI menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polri melalui bidang kesehatan untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan informasi yang edukatif, preventif, dan mudah dipahami.

Dengan adanya edukasi tersebut, diharapkan masyarakat Kalimantan Tengah semakin memahami risiko paparan asap Karhutla serta dapat melakukan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan responsif sebagai wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (Har/Adji,red,MMP,alex)