Cara Brigpol Herlambang Putus Rantai Kenakalan Remaja dan Wujudkan Mimpi Anak Desa, Di Kab Bangkalan.

BANGKALAN mediamabespolri.com – Berawal dari keprihatinan melihat banyak pemuda berbakat yang “patah arang” karena kendala ekonomi, Brigpol Herlambang Wahyu Anafis Satriatama, S.H., seorang Bhabinkamtibmas, menciptakan inovasi “Belajar Bersama Pak Bhabinkamtibmas”.

Program ini bertujuan membekali remaja kurang mampu untuk menembus seleksi TNI, POLRI, hingga sekolah kedinasan secara cuma-cuma.

Bagi Brigpol Herlambang, program ini bukan sekadar soal latihan fisik atau akademik, melainkan sebuah misi penyelamatan generasi.

“Saya sering melihat anak-anak muda di desa punya fisik kuat dan otak encer, tapi mereka minder duluan. Mereka merasa kursi abdi negara hanya milik mereka yang punya uang untuk ikut bimbel mahal jutaan rupiah. Mindset ini yang ingin saya dobrak,” ujar Brigpol Herlambang kepada redaksi warta SeputarDesa.Com Pada Kamis Malam (30/04/2026).

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kesibukan dalam mengejar cita-cita adalah obat paling manjur untuk menjauhkan remaja dari jeratan narkoba dan aksi kriminalitas.

“Kenakalan remaja dan narkoba biasanya masuk saat mereka tidak punya tujuan hidup atau merasa masa depannya suram. Lewat kelas ini, saya bilang ke mereka: ‘Kalian punya masa depan, kalian punya tugas besar untuk negara, jadi jangan rusak tubuh kalian dengan narkoba’,” tegasnya dengan penuh semangat.

Materi Komprehensif dan Pendekatan Hati
Dalam inovasi ini, Brigpol Herlambang terjun langsung memberikan materi mulai dari wawasan kebangsaan, tips psikotes, hingga pembinaan fisik yang terukur. Ia memposisikan dirinya bukan sebagai atasan, melainkan sebagai kakak dan mentor bagi para muda-mudi tersebut.

“Banyak yang awalnya datang dengan kepala tertunduk karena merasa orang tuanya ‘hanya’ petani atau buruh. Saya tekankan kepada mereka bahwa negara tidak melihat siapa orang tuamu, tapi melihat kualitas dirimu. Di sini kita asah mental itu,” lanjut Herlambang.

Ia juga menambahkan bahwa ia tidak ingin ada talenta hebat yang tersia-sia hanya karena faktor biaya. “Sangat menyedihkan jika ada anak cerdas yang akhirnya terjerumus ke hal negatif hanya karena mereka merasa tidak punya peluang untuk sukses. Itulah alasan kelas ini sepenuhnya gratis. Modalnya cuma satu: kemauan keras.”

Program “Belajar Bersama Pak Bhabinkamtibmas” kini mulai menjadi harapan baru di tengah masyarakat. Brigpol Herlambang berharap langkah kecilnya ini bisa melahirkan abdi negara yang berintegritas dan tahu persis rasanya berjuang dari bawah.

“Cita-cita saya sederhana. Saya ingin nanti, beberapa tahun ke depan, melihat anak-anak yang tadinya minder ini berdiri tegak dengan seragam abdi negara dan berkata: ‘Dulu saya dilatih oleh Pak Bhabin di desa’, itu sudah cukup bagi saya,” pungkasnya.

*Rdk.