Kabar Baik! Mulai Bulan Ini, Honor Bilal Mayit & Penggali Kubur Dibayar Setiap Bulan

LUBUK PAKAM, SUMUT || mediamabespolri.com //
Kabar baik bagi para bilal mayit dan penggali kubur. Honor bilal jenazah dan penggali kubur resmi diubah dari sebelumnya dibayarkan per triwulan menjadi setiap bulan.

Kabar bahagia ini diumumkan langsung oleh Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, pada momentum buka puasa bersama bilal jenazah, penggali kubur, warga prasejahtera desil 1–5, pengemudi becak, pengurus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Badan Kenaziran Masjid (BKM), ketua Serikat Tolong Menolong (STM), pengajian kecamatan, serta Buruh Harian Lepas (BHL) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang di Rumah Dinas Bupati, Kamis (19/3/2026).

“Mulai bulan ini, honor bilal mayit dan penggali kubur tidak lagi per tiga bulan, tapi setiap bulan. Tahun depan juga akan kita tingkatkan,” tegas Bupati.

Saat ini, besaran tali asih yang diterima sebesar Rp450 ribu per triwulan. Ke depan, tidak hanya pola penyaluran yang diperbaiki, namun juga nominalnya direncanakan naik.

Selain itu, Pemkab Deli Serdang juga memperluas perlindungan sosial dengan memberikan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada pengemudi becak yang masuk dalam kategori desil 1–5.

Bupati menegaskan pentingnya percepatan pendataan agar mereka juga dapat masuk dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Kita pastikan mereka (desil 1-5) yang bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga mendapatkan perlindungan. Ini tanggung jawab pemerintah,” ujar Bupati.

Bupati turut menekankan peran Program Pelayanan Administrasi Secara (PAS) JEMPOL sebagai basis data utama untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera, termasuk akses terhadap PBI yang ditanggung pemerintah daerah.

“Kita ingin mereka naik kelas. Tahun depan, harapannya tidak lagi berada di kategori prasejahtera,” jelas Bupati.

Sebagai bentuk keberpihakan lainnya, Bupati juga memastikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga desil 1–5 akan dinolkan.

Kepada aparatur kecamatan, khususnya kepala seksi kesejahteraan sosial, Bupati menekankan, agar benar-benar memahami kondisi masyarakat di wilayahnya.

“Jabatan bukan sekadar tunjangan, tapi tanggung jawab. Kalian adalah jembatan pemerintah dengan masyarakat,” tegas Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan demi penyempurnaan program pemerintah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, saya mengucapkan selamat menyambut Idul Fitri. Mohon doa dan dukungan agar kami bisa terus berbenah,” tutup Bupati.

Turut hadir pada buka puasa bersama tersebut, Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS; Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ny Jelita Asri Ludin Tambunan; Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny Asniar Lom Lom Suwondo, para pejabat Pemkab Deli Serdang, dan lainnya.

Reporter Sumut: Mirza W
Sumber: Diskominfostan DS

Teks Foto:
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan didampingi Ketua TP PKK, Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, secara simbolis menyerahkan honor kepada bilal mayit pada momentum buka puasa bersama d Rumah Dinas Bupati, Kamis (19/3/2026).

Reporter : AszwirMMP

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.