Wabup Kukar Prediksi Gelombang PHK Tiga Bulan ke Depan, Beri Hotline untuk Disnakertrans

Wabup Kukar Prediksi Gelombang PHK Tiga Bulan ke Depan, Beri Hotline untuk Disnakertrans

Tenggarong – mediamabespolri.com // Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, memprediksi akan terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan. Prediksi ini didasarkan pada informasi dari para pengusaha batu bara yang mulai menekan produksi akibat kondisi ekonomi.

Menyikapi hal itu, Rendi memberikan satu unit gawai (telepon pintar) kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar, Senin (30/3/2025). Pemberian alat komunikasi ini bertujuan untuk membuka saluran aduan khusus bagi pekerja yang terdampak.

“Kebetulan Disnakertrans tidak punya hotline aduan para karyawan atau pekerja yang bisa dihubungi. Semoga HP yang saya berikan bisa aktif nomornya dan tersebar ke masyarakat,” ujar Rendi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Disnakertrans Kukar.

Rendi mengaku prihatin jika pekerja dari kecamatan-kecamatan jauh harus mengorbankan waktu dan tenaga untuk datang langsung ke kantor Disnakertrans di Tenggarong. “Bayangkan karyawan dari Marang Kayu harus mengadu ke Tenggarong,” sebutnya.

PHK Akibat Penurunan Produksi Batu Bara

Menurut Rendi, Bupati Aulia Rahman telah menerima pemberitahuan langsung dari sejumlah pengusaha batu bara di Kukar bahwa produksi mereka mengalami penurunan drastis. Akibatnya, perusahaan mulai mengencangkan ikat pinggang dan menjadikan PHK sebagai solusi jangka pendek.

“Hanya menyisakan sepertiga produksi saja. PHK bakal memuncak dalam tiga bulan ke depan,” jelas Rendi.

Wabup: Prioritaskan Pekerja Lokal, Beri Pelatihan

Di tengah ancaman PHK, Rendi meminta agar perusahaan tetap mengutamakan pekerja lokal untuk tidak diberhentikan. Namun, jika PHK tak terhindarkan, perusahaan wajib memberikan bekal pelatihan keterampilan menuju kemandirian.

“Berikan juga pelatihan kapasitas diri, seperti penguatan kewirausahaan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kukar berharap keberadaan hotline baru ini dapat membantu pekerja yang terkena PHK untuk mendapatkan pendampingan dan akses pelatihan kerja dengan lebih mudah.