*TNI-POLRI, Manggala Agni dan Masyarakat Bahu Membahu Padamkan Kebakaran Di Padamarari*
*TNI-POLRI, Manggala Agni dan Masyarakat Bahu Membahu Padamkan Kebakaran Di Padamarari*

Pamona Barat, Poso Sulawesi-Tengah Mediamabespolri.com//Personil Polsek Pamona Barat bersama Personel Koramil Pamona selatan-Barat dan Tim Manggala Agni melaksanakan giat Patroli dan pemadaman sekaligus sambang kepada warga untuk memberikan himbauan Karhutla dengan titik kumpul di Desa Taipa. (02/09/2026)
Kapolsek Pamona Barat Iptu I Made Suparta bersama Personil Pamona Barat menuju lokasi karhutlah yang terjadi di wilayah Desa Taipa dengan titik koordinat : = 1,9381570, 120,5544520,3H63+PQP Taipa, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sekitar pukul13.30 wita.
Titik kebakaran hutan dan lahan terdapat di area Pegunungan padang ilalang, lokasi karhutlah di perkirakan berjarak sekitar 4 KM dari Desa Taipa
Saat Ini Personil Polsek Pamona Barat dan Koramil serta Manggala Agni yang dibantu masyarakat Desa Taipa dan Owini masih melakukan upaya pemadaman api.
Data Polsek Pamona Barat menyebutkan akibat dari kebakaran tersebut, di dapatkan hasil identifikasi sementara yaitu Luas wilayah yang terdampak Karhutlah diperkirakan sekitar 10 ha. Terdapat 1 Unit Warung persinggahan yang berada di pinggir jalan gunung marari milik masyarakat yang terbakar, adapun indentitas pemilik rumah singgah tersebut ; Yuli paseppe, pemilik warga Desa owini,Kecamatan .Pamoma Barat
Kerugian materiil : diperkirakan sekitar Rp.35.000.000.
Adapun pihak yang terlibat dalam penanganan pemadaman kebakaran Polri 5 Personil, TNI 5 Personil, Manggala Agni 12 Orang dan masyarakat 50 Orang.
Alat Pemadam Kebakaran yanb di gunakan Semprotan hama manual (sprayer tanaman), mesin alkon dan alat seadanya.
Kapolsek Pamona Barat Iptu I Made Suparta mengatakan peran utama Polri dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah melakukan pencegahan dini, pemadaman terpadu, dan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran.
Adapun langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan di Padamarari
Polri telah elakukan pengecekan dan verifikasi lokasi kebakaran, mengidentifikasi luas dan kondisi area yang terbakar.Melakukan pemadaman pada area yang terbakar, Melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar.. Juga melakukan koordinasi dengan Posko Manggala Agni dan Pemerintah Desa serta mendokumentasikan kegiatan penanganan di lapangan.
Namun hambatan di lapangan diantaranya aksses lokasi kebakaran cukup sulit, sumber air terbatas atau berada cukup jauh dari lokasu, kondisi angin menyebabkan api berpotensi menyebar dengan cepat, medan dan vegetasi menyulitkan proses pemadaman dan keterbatasan peralatan, ungkapnya.
Iptu I Made Suparta mengimbau agar seluruh masyarakat menghindari membakar hutan selama musim kemarau ini dan menghindari membuang puntung rokok sembarangan serta meminta kepada masyarakat bertanggung jawab memadamkan api sedini mungkin sebelum menyebar lebih luas, tutupnya.
(Obeth Kapita)






