Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Dosen dan Mahasiswa TRKJ Politala Beri Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM

Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Dosen dan Mahasiswa TRKJ Politala Beri Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM

Tanah Laut, Kalimantan Selatan – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bertransaksi, dan menjalankan usaha. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pemasaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menyadari pentingnya hal tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (TRKJ) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemasaran Digital untuk UMKM” di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha. Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemasaran digital serta pendampingan praktik yang dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari M. Aidil Arif, S.Kom., M.Kom., Arnoldus Janssen Dahur, S.Kom., M.Kom., dan Liny Mardhiyatirrahmah, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan, yaitu Nur Ayna, Brisa Aqila Afsar, Rifqi Yandi Yusuf Pradana, M. Naufal Farrel Evansyah, dan M. Khalil Qhibran yang berperan aktif dalam mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Desa Pulau Sari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi usaha masyarakat yang cukup beragam dan terus berkembang. Namun demikian, sebagian pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi dan pemasaran produk. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini.

Sejak kegiatan dimulai, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para pelaku UMKM yang hadir aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi pemaparan materi hingga praktik langsung. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan tanya jawab mengenai strategi pemasaran digital yang sesuai dengan kebutuhan usaha masyarakat setempat.

Ketua tim pengabdian, M. Aidil Arif, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa transformasi digital memberikan peluang yang sangat besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar tanpa dibatasi oleh lokasi geografis.

“Produk lokal memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Namun, kualitas produk yang baik perlu didukung dengan strategi pemasaran yang tepat. Melalui pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM dapat menjangkau konsumen yang lebih luas serta meningkatkan daya saing produknya di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar digital marketing, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, strategi membangun identitas usaha secara digital, teknik pembuatan konten pemasaran, hingga cara meningkatkan interaksi dengan pelanggan melalui platform daring. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Salah satu fokus utama pelatihan adalah praktik langsung pemasaran produk. Para peserta diminta membawa produk unggulan masing-masing untuk digunakan sebagai bahan praktik selama kegiatan berlangsung. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa, peserta belajar mengidentifikasi keunggulan produk, menentukan target pasar, serta menyusun strategi promosi yang efektif melalui media digital.

Pada sesi praktik, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik fotografi produk menggunakan telepon pintar. Mereka diajarkan cara memanfaatkan pencahayaan, memilih latar belakang yang sesuai, dan menentukan sudut pengambilan gambar yang menarik sehingga produk memiliki nilai visual yang lebih baik saat dipromosikan melalui media sosial.

Setelah melakukan pengambilan gambar, peserta dibimbing untuk menyusun deskripsi produk yang menarik dan informatif. Tim pengabdian menjelaskan bahwa deskripsi produk yang baik tidak hanya menjelaskan spesifikasi produk, tetapi juga mampu membangun minat dan kepercayaan calon pelanggan.

Menurut Arnoldus Janssen Dahur, S.Kom., M.Kom., perkembangan teknologi telah membuka kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku usaha untuk memasarkan produknya secara lebih luas.

“Melalui media digital, pelaku UMKM tidak lagi hanya mengandalkan pelanggan di sekitar wilayah usaha. Dengan strategi yang tepat, produk lokal dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas bahkan berpotensi menjangkau pasar di luar daerah,” jelasnya.

Selain mendapatkan materi dan praktik pemasaran digital, peserta juga memperoleh pendampingan langsung dari mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan. Kehadiran mahasiswa memberikan suasana belajar yang lebih interaktif karena peserta dapat berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai kendala teknis yang mereka hadapi.

Nur Ayna, Brisa Aqila Afsar, Rifqi Yandi Yusuf Pradana, M. Naufal Farrel Evansyah, dan M. Khalil Qhibran membantu peserta membuat akun media sosial usaha, mengunggah konten promosi, menyusun informasi produk, hingga memahami berbagai fitur digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemasaran.

Sementara itu, Liny Mardhiyatirrahmah, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam membangun komunikasi dengan pelanggan.

“Teknologi adalah sarana yang mempermudah proses pemasaran. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana pelaku usaha mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan melalui pelayanan yang responsif, komunikasi yang jelas, dan informasi produk yang menarik,” tuturnya.

Tingginya partisipasi peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai topik dibahas, mulai dari cara meningkatkan jangkauan promosi, membangun kepercayaan pelanggan secara daring, hingga strategi mempertahankan konsistensi dalam membuat konten pemasaran.

Salah seorang peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai cara memanfaatkan media digital untuk mengembangkan usaha serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Politeknik Negeri Tanah Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.

Diharapkan pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM Desa Pulau Sari dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal sehingga produk-produk lokal yang dihasilkan dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. Dengan meningkatnya kapasitas pemasaran digital, UMKM diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, meningkatkan pendapatan usaha, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Rian