SAMPAH JADI CUAN! BUPATI ENREKANG BERSAMA BAZNAS APRESIASI GERAKAN MASSENREMPULU ECO

SAMPAH JADI CUAN! BUPATI ENREKANG BERSAMA BAZNAS APRESIASI GERAKAN MASSENREMPULU ECO

ENREKANG, 07.09.2026//mediamabespolri.com — Sampah tak lagi sekadar limbah yang berakhir di tempat pembuangan. Di Desa Bubun Lamba, Kecamatan Anggeraja, masyarakat mulai mengubah sampah menjadi peluang ekonomi sekaligus gerakan menjaga lingkungan.

Gebrakan tersebut diwujudkan melalui Bank Sampah Massenrempulu Eco, yang digagas secara mandiri oleh Massenrempulu Eco Group dan resmi diresmikan Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga, Senin (7/9/2026).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita pada alat press sampah. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya gerakan pengelolaan sampah yang tidak hanya berbicara soal kebersihan, tetapi juga bagaimana sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan serius.

Bupati Enrekang memberikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat tersebut. Menurutnya, gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan tidak harus selalu menunggu program pemerintah.

«“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan salah satu inisiatif dari masyarakat dan komunitas, yaitu Bank Sampah yang ada di Desa Bubun Lamba, Kecamatan Anggeraja. Inisiatifnya Masya Allah sangat bagus,” ujar Muh. Yusuf Ritangnga.»

Bupati menilai keberadaan Bank Sampah Massenrempulu Eco merupakan bukti bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mampu melahirkan gerakan yang memiliki manfaat ganda: lingkungan lebih bersih, masyarakat lebih berdaya, dan sampah memiliki nilai ekonomi.

“Perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari program pemerintah. Bisa dimulai dari masyarakat dan komunitas yang memiliki kepedulian,” ujarnya.

Ia berharap Bank Sampah Massenrempulu Eco tidak berhenti sebatas seremoni peresmian, tetapi terus berkembang dan mampu mengajak lebih banyak masyarakat untuk memilah serta mengelola sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, budaya membuang sampah sembarangan harus perlahan ditinggalkan. Sebaliknya, masyarakat perlu melihat sampah sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai apabila dipilah dan dikelola secara tepat.

“Jangan lihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang. Kalau dikelola, sampah bisa menjadi nilai ekonomi,” menjadi pesan penting dalam gerakan tersebut.

Peresmian turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang Yarsin, Kapolsek Anggeraja Iptu Talli, Danramil Anggeraja Kapten David, Komisioner BAZNAS Enrekang Ahmad Yani, para camat, kepala desa, pengelola bank sampah, Koordinator BPP Anggeraja beserta jajaran, serta masyarakat.

Kehadiran Bank Sampah Massenrempulu Eco menjadi sinyal bahwa gerakan menjaga lingkungan di Enrekang mulai bergerak dari bawah. Dari desa, dari komunitas, dan dari kesadaran warga sendiri.

Kini tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana membuang sampah, tetapi bagaimana mengubah sampah menjadi berkah dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Redaksi Yd | mediamabespolri.com