Renungan Lebaran : Pulang Bukan Hanya Dirumah, Tapi Kehati Yang Suci.

Renungan Lebaran : Pulang Bukan Hanya Dirumah, Tapi Kehati Yang Suci.

Mediamabespolri Sultra.
Ditengah hiruk pikuk mudik lebaran dijalan kendari, Sulawesih Tenggara, ribuan kendaraan berdesakan menuju kampung halaman. Terminal bus penuh sesak dengan keluarga yang membawa karung beras dan tumpukan oleh-oleh, sementara suara klakson dan tawa anak-anak bercampur aduk .

Namun, dibalik kemerihan itu, ada kerinduan mendalam yang tak terucap : Kerinduan untuk pulang, bukan hanya kerumah , tapi kehati yang pernah terlupakan. Apakah lebaran tahun ini hanya soal baju baru dan ketupat , ataukah saatnya kita membersihkan jiwa dari segala dendam dan luka?

Bayangkan , Seorang buruh mantan dikalimantan Yang akhirnya pulang kedesa kecil : dikonawe :setelah lima (5) Tahun absen. Ia merantau demi biayai sekolah andknya, tapi pertengkaran kecil dengan istri membuatnya enggan pulang.

Saat pintu rumah terbuka , anak bungsunya yang kini remaja berlari memeluknya erat, air mata ibunya mengalir deras.


Ayah , lebaran ini saya maafkan semua , Kita mulai lagi dari fitrah yang Suci, “katanya lirih.

Momen itu bukan sekedar pelukan; itu adalah pengampunan yang menyembuhkan luka tahunan. Seperti puasa ramadhan yang membersihkan hati dari dendam seperti sungai Kendari yang mengalir segala kotoran kelaut lepas, meninggalkan kejernihan.

Renungan ini mengingatkan kita pada ajaran Rasulullah Saw: Silaturahmi memperpanjang usia dan menyatakan yang tercerai-berai.

Di era media sosial yang penuh gosip, lebaran adalah jedah untuk intropeksi. Ingatkah kita tetangga yang sempat bermusuhan karena lahan sawah ? Atau saudara yang putus hubungan gara-gara warisan ? Saat takbir bergema-menggema di masjid-masjid Kendari malam ini , mari kita ambil langkah pertama: kirim pesan maaf , Telpon orang tua , atau kunjungi rumah saudara. Satu kata “maaf “
bisa menyatukan apa yang tercerai-berai, seperti benang yang kembali teranyam menjadi kain indah.

Menjelang lebaran 2026 ini jangan biarkan mudik fisik melebihi mudik batin. Pulanglah ke hati masing-masing, maafkan dan dimaafkan. Bagaikan Cerita pengampunan dan kita semua merayakan Idul Fitri , Selamat Hari Raya IdulFitri.

Karya: penulis Risal media mabes polri Sulawesih Tenggara Indonesia.

Red