Niat Mulia Berujung Duka, Hafis (10) Tenggelam Saat Menolong Rekannya di Sungai Muncar
BANYUWANGI mediamabespolri.com– Peristiwa memilukan terjadi di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Sabtu (20/9/2025) pagi. Seorang bocah bernama Hafis (10) ditemukan meninggal dunia setelah berusaha menolong rekannya yang tercebur ke sungai belakang kantor Desa Kedungringin.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 07.00 WIB, korban bersama tiga temannya, yakni Labib (12), Ibnu (10), dan Zidan (10), berangkat menuju Desa Tapanrejo untuk menyaksikan karnaval.
Sesampainya di dekat sungai belakang kantor Desa Kedungringin, sekitar pukul 07.15 WIB, salah satu teman korban, Labib, terpeleset dan jatuh ke sungai. Menyadari rekannya dalam bahaya, Hafis spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun naas, niat baik itu justru berujung tragedi. Hafis ikut terseret arus sungai, sementara Labib berhasil diselamatkan warga sekitar.
Pukul 08.00 WIB, masyarakat akhirnya berhasil menemukan Hafis, namun kondisinya sudah tidak bernapas. Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Kedungrejo untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Setibanya di puskesmas sekitar pukul 08.15 WIB, dr Suswati Haniyah melakukan pemeriksaan luar. Hasilnya, dipastikan korban meninggal murni akibat tenggelam, tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU Tawang Alun, Desa Kedungrejo, pada siang harinya.
Proses evakuasi korban turut melibatkan aparat kepolisian, di antaranya Kapolsek Muncar AKP Mujiono, Kanit Reskrim IPDA Lestari W, Aipda Teguh, Bripka Nanang, dan Bripka Syaifur, bersama sejumlah relawan masyarakat.
Kapolsek Muncar, AKP Mujiono, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di area rawan seperti sungai.
“Ini murni musibah. Kami mengimbau para orang tua agar lebih waspada mengawasi putra-putrinya. Sungai tampak tenang, tapi bisa berbahaya bagi anak-anak,” ujar AKP Mujiono.
Ayah korban, Dedik (40), dengan wajah penuh duka menyampaikan bahwa dirinya beserta keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Ia menegaskan, peristiwa yang menimpa putranya murni musibah, tanpa ada unsur lain yang melatarbelakangi.
“Anak saya Hafis memang dikenal baik dan penurut. Dia masih kecil, tapi punya keberanian besar menolong temannya. Meski hati saya hancur kehilangan, saya ikhlas melepasnya. Ini sudah kehendak Allah SWT, semoga amal baiknya diterima dan almarhum diberi tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap Dedik dengan nada haru.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Muncar dan sekitarnya. Sungai yang berada dekat pemukiman sering kali menjadi tempat bermain anak-anak. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
(samsul arifin






