Proyek Pengecoran Jalan di Bekasi Digenangi Air Hujan, Kualitas Beton Dipertanyakan
Kab.Bekasi,Jawa Barat | Mediamabespolri.com // Proyek peningkatan infrastruktur Jalan Sukamantri-Pule, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan setelah aktivitas pengecoran jalan dilakukan saat lokasi pekerjaan tergenang air hujan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas dan ketahanan struktur beton.
Aktivitas pengerjaan proyek tersebut terpantau mulai di persimpangan Jalan Cagak, Kampung Sukamantri, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia. Kegiatan para pekerja dilaporkan sudah dimulai sejak Minggu malam (7/12) dan berlanjut hingga hari ini, Senin (8/12/2025).
Pada hari Senin (8/12), pekerjaan pengecoran jalan diguyur hujan deras. Akibatnya, struktur badan jalan yang akan dicor tergenang air cukup banyak. Ironisnya, aktivitas pengecoran tetap berlangsung tanpa ada pengawasan ketat dari pihak pelaksana atau pengawas di lokasi.
*Pengecoran di Tengah Genangan Langgar Standar Teknis*
Secara teknis, pengerjaan pengecoran jalan di lokasi yang tergenang air dianggap melanggar spesifikasi dan prosedur standar konstruksi. Adanya genangan air dapat menimbulkan sejumlah masalah serius pada kualitas beton yang dihasilkan, antara lain:
• Menurunkan Kualitas Beton: Air tambahan dari genangan secara langsung mengubah perbandingan air-semen (Water-Cement Ratio) yang sudah direncanakan. Hal ini membuat campuran beton menjadi lebih encer, sehingga kekuatan tekan dan daya tahan beton berkurang secara signifikan.
• Memicu Segregasi: Genangan air berpotensi menyebabkan material berat (agregat kasar/kerikil) terpisah dari material halus (semen dan pasir). Proses ini, yang dikenal sebagai segregasi, menghasilkan beton yang tidak homogen dan lemah di area tertentu.
• Ikatan Buruk: Air di permukaan dasar (subgrade atau lapisan sebelumnya) akan menghalangi ikatan yang baik antara beton baru dan permukaan di bawahnya. Kondisi ini dapat menyebabkan delaminasi atau pengelupasan lapisan beton dalam waktu singkat.
• Mengganggu Proses Hidrasi: Kehadiran genangan air dapat mengganggu proses hidrasi (pengeringan) beton yang krusial untuk mencapai kekuatan maksimum.
Menurut standar dan prosedur yang berlaku, lokasi pengecoran harus dalam keadaan kering dan bersih dari segala material pengotor sebelum beton dituang. Jika terdapat genangan air, air tersebut wajib dipompa keluar atau dihilangkan sepenuhnya sebelum pekerjaan pengecoran dimulai. Pekerjaan hanya boleh dilaksanakan ketika kondisi cuaca dan permukaan telah dipersiapkan dengan benar sesuai spesifikasi teknis pekerjaan jalan.
*Pelaksana Proyek Belum Buka Suara*
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek peningkatan infrastruktur Jalan Sukamantri-Pule belum memberikan keterangan resmi. Belum ada pernyataan yang menjelaskan standar spesifikasi teknis yang mereka gunakan atau bagaimana mereka akan menjamin kualitas beton yang dicor di tengah kondisi tergenang air.
(Reporter:AgsMMP






