*Polsek Lore Tengah bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Warga Desa Doda Diduga Hanyut Di Sungai Lairiang*
*Polsek Lore Tengah bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Warga Desa Doda Diduga Hanyut Di Sungai Lairiang*

Lore Tengah Poso Sulawesi Tengah Mediamabespolri.com// Keterangan Kapolsek Lore Tengah Ipda Rinald Alexandro Herlambang terkait dugaan warga desa Doda yang hanyut di sungai Lairiang (16/06/2026)
Dalam keterangan rilisnya Kapolsek Ipda Rinald Alexandro Herlambang mengatakan pada hari Senin tanggal 15 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 wita telah dilakukan pencarian hari Pertama masyarakat Desa Doda atas nama Gito Aprianto Lage yang di duga hilang terseret arus sungai lairiang di lokasi Wosule Desa Doda Lore Tengah, sejak tanggal 13 Juni 2026 hingga sekarang masih dilakukan pencarian oleh masyarakat Desa Doda bersama tim Basarnas Provinsi Sulawesi Tengah serta anggota Polsek Lore Tengah dan Bhabinkamtibmas Desa Doda, ungkapnya
Menurut Ipda Rinald Alexandro Herlambang kejadian pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 wita, Lk. Gito Aprianto Lage, Adi Woiya dan Nosel Arianto Lage berangkat dari desa Doda menuju ke lokasi sungai lairiang di Wosule, namun karna sudah malam maka mereka singah bermalam dan nanti pada hari Sabtu 13 Juni 2026 mereka baru menuju ke lokasi sungai lairiang di Wosule dan ketika tiba di sungai lairiang mereka hendak menyebrang dengan cara berenang dan yang pertama menyebrang dengan membawa tali adalah Adi Woiya sedangkan Gito Aprianto Lage dan Nosel Arianto Lage bertugas mengikat tali tersebut dan Adi Woiya menarik tali tersebut dari seberang.
Karna hanya satu orang yang menarik tali tersebut amat kesulitan kemudian Gito Aprianto Lage antusias untuk membantu Adi Woiya yang ada di seberang dan langsung menyebrang dengan cara berenang dan kira-kira sekitar tiga meter lagi akan sampai di seberang Gito Aprianto Lage sudah kehabisan tenaga dan di tarik oleh pusaran air kebawah dan sempat mengangkat tangan meminta pertolongan.
Kemudian Adi Woiya melompat hendak menyelamatkan Gito Aprianto Lage namun karna Adi Woiya tidak biasa berenang dengan hanya menggunakan satu tangan niatnya Gito Aprianto Lage memegang bajunya dan karna pada saat itu Gito Aprianto Lage memegang tangan Adi Woiya maka keduanya hilang kendali dan Nosel Arianto Lage yang memegang tali di seberang di teriaki oleh Adi Woiya untuk memegang tali itu kuat-kuat. Dan jari Adi Woiya sempat di lilit oleh tali dan itu yang menyelamatkannya sedangkan Gito Aprianto Lage sudah terbawa arus sungai.
Selanjutnya Adi Woiya naik ke pinggiran sungai dan berlari untuk mengejar Gito Aprianto Lage dan Adi Woiya, ia sempat melihat Gito Aprianto Lage di bawah arus dan melambaikan tangan dan mukanya sudah merah. Kemudian Adi Woiya dan Nosel Arianto Lage terus mengejar menyusuri pinggiran sungai lairiang sampai petang dan medan yang ekstrim maka Adi Woiya dan Nosel Arianto Lage memutuskan untuk mencari jaringan menghubungi keluarga di Desa Doda dan sekitar jam 03.00 WITA
Nosel Arianto Lage dan Adi Woiya sampai di tempat yang ada jaringan dan menghubungi keluarga di Doda dan menceritakan kejadian tersebut ungkap Ipda Rinald Alexandro Herlambang.
Adapun Identitas korban
– Nama : Gito Aprianto Lage
– Umur : 31 tahun
– Jenis kelamin : Laki-Laki
– Agama : Kristen
– Pekerjaan : Wiraswasta
– Alamat : BTN Citra Alam 3 Blok C Tinggede Marawola Palu.
Pencarian pada hari Pertama
Pencarian dilakukan oleh Masyarakat Desa Doda dan Tim Basarnas Provinsi Sulawesi Tengah Pada yang di bantu oleh Bhabinkamtibmas Desa Doda Bersama Anggota Polsek Lore Tengah.
Lokasi pencarian dimulai dari tempat dimana korban pertama hanyut di sungai lairiang Di lokasi Wosule dan menyisir pinggir sungai Lairiang sampai ke Lore Selatan.
Kapolsek Lore Tengah Ipda Rinald Alexandro Herlambang menjelaskan
jarak tempuh dari desa Doda ke tempat kejadian hilangnya warga masyarakat Desa Doda yang di duga terseret arus sungai lairiang Gito Aprianto Lage adalah 7 jam perjalanan dengan Medan yang sangat sulit. Karna arus sungai lairiang yang sangat deras membuat Gito Aprianto Lage kehabisan tenaga dan tidak dapat menyebrang dan terbawa arus sungai.
Selanjutnya pihak polsek lore tengah pada hari ini ikut Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di dua lokasi berbeda untuk memperluas area pencarian. Selain itu Polsek Lore Tengah
terus melakukan Koordinasi dengan pemerintah Desa Doda dan orang tua Gito Aprianto Lage.
“Kita berharap semoga Gito Aprianto Lage bisa di temukan dan kita doakan agar tim gabungan Basarnas bisa semuanya selamat dan sukses dalam usaha pencarian ini, tutupnya.
(Obeth Kapita)
Biro investigasi Nasional






