PERWIRA PURBALINGGA GELAR BUKA PUASA BERSAMA, TEGASKAN KOMITMEN JAGA MARWAH PROFESI WARTAWAN

Purbalingga _jateng _ media mabespolri.com

Persatuan Wartawan Intermedia Nusantara (PERWIRA) Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan buka puasa bersama yang diikuti para jurnalis yang tergabung dalam organisasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwartawan, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai profesionalitas dan etika kerja jurnalis di lapangan.

Dalam suasana penuh kebersamaan, para anggota PERWIRA saling bertukar pandangan, masukan, serta evaluasi terkait tugas jurnalistik, khususnya dalam menjaga independensi, integritas, serta profesionalitas wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Wira Praja sekaligus Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Purbalingga, Karsono. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh insan media di Purbalingga untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.

Menurut Karsono, hubungan yang baik antara media dan pemerintah sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat bersifat akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun demikian, Karsono juga menyampaikan keprihatinannya terkait masih adanya oknum yang mengaku sebagai wartawan, tetapi tidak memiliki identitas maupun legalitas yang jelas. Oknum tersebut diketahui kerap mendatangi sejumlah kepala desa dengan membawa proposal kegiatan serta menawarkan berbagai produk seperti buku, kaos, dan kalender yang berasal dari luar daerah Purbalingga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Intermedia Nusantara (PERWIRA) Kabupaten Purbalingga, Agung Pramono, SH, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila masih ditemukan pihak yang menyalahgunakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi.

“Kami dari organisasi PERWIRA akan menempuh langkah hukum apabila masih ada pihak yang mengaku wartawan padahal tidak menjalankan profesi jurnalistik secara benar. Apalagi jika sampai membawa proposal kegiatan yang tidak jelas dan mendatangi instansi pemerintah maupun desa. Tindakan seperti itu jelas merusak marwah profesi wartawan,” tegas Agung.

Ia menambahkan, PERWIRA berkomitmen menjaga integritas serta profesionalitas insan pers agar profesi wartawan tetap dihormati dan dipercaya oleh masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Koordinator Lapangan Jawa Tengah Media Mabespolri.com, yang mengecam keras praktik oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk mendatangi kepala desa dengan membawa proposal yang tidak jelas kegiatannya.

Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan citra wartawan yang sesungguhnya menjalankan tugas jurnalistik untuk melakukan peliputan, pengawasan sosial, serta menyampaikan informasi yang benar kepada publik.

Melalui kesempatan tersebut, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Purbalingga agar lebih waspada terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan namun datang dengan membawa proposal kegiatan ataupun menawarkan produk seperti buku, kaos, dan kalender yang tidak berkaitan dengan aktivitas jurnalistik.

“Apabila ada pihak yang datang mengatasnamakan wartawan dengan membawa proposal kegiatan atau menawarkan produk yang tidak jelas, kami menghimbau kepada para kepala desa untuk segera berkoordinasi atau menghubungi Ketua Wira Praja agar dapat ditindaklanjuti bersama,” ujarnya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, PERWIRA Purbalingga berharap solidaritas antarjurnalis semakin kuat serta mampu menjaga marwah profesi wartawan agar tetap profesional, berintegritas, dan terus dipercaya oleh masyarakat.

By: SM Joko