Mobil Siaga Desa Sidoko Belum Jelas, Kades H,Subrata Bungkam Saat Dikonfirmasi Awak Media
www.mediamabespolri.com
Kabupaten Tangerang, Banten — Dugaan ketidakjelasan pengadaan mobil siaga untuk kebutuhan masyarakat di Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Awak media yang mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sidoko, H. Subarta (akrab disapa Barta), tidak mendapatkan jawaban hingga berjam-jam lamanya.
Peristiwa ini bermula pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB, saat awak media berupaya mengonfirmasi terkait realisasi anggaran desa yang diduga telah dialokasikan untuk pengadaan mobil siaga.
Namun, hingga sore hari pukul 19 : 00 WIB, tidak ada tanggapan dari kepala desa, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp.
Upaya konfirmasi dilakukan secara berjenjang. Awak media terlebih dahulu mendatangi Kantor Desa Sidoko. Namun, berdasarkan keterangan salah satu staf yang enggan disebutkan namanya, Kepala Desa tidak berada di tempat.
“Barusan habis Zuhur pulang ke rumah,” ujar staf desa tersebut singkat.
Tidak berhenti di situ, awak media kemudian melanjutkan konfirmasi ke kediaman pribadi H. Subarta. Setibanya di lokasi, awak media sempat menunggu beberapa saat setelah mengucapkan salam. Sekitar lima menit kemudian, istri Kepala Desa keluar dan menyampaikan bahwa suaminya tidak berada di rumah.
“Bapak lagi tidak ada di rumah, lagi menjenguk warga yang sakit,” ujar istri Kepala Desa kepada awak media.
Meski demikian, upaya konfirmasi tidak berhenti.
Awak media kemudian mencoba menghubungi H. Subarta melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan anggaran desa yang diperuntukkan bagi mobil siaga. Namun hingga Tujuh jam berselang, pesan tersebut tidak kunjung mendapat balasan.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran untuk pengadaan mobil siaga desa disebut-sebut telah tersedia dan siap direalisasikan.
Namun hingga kini, keberadaan kendaraan tersebut belum juga terlihat atau dirasakan manfaatnya oleh warga.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, awak media menilai penting adanya transparansi dalam pengelolaan dana desa, terutama untuk program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti mobil siaga yang berfungsi membantu warga dalam kondisi darurat, termasuk kebutuhan kesehatan.
Ketidakjelasan ini pun dinilai berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah publik. Oleh karena itu, pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sidoko, H. Subarta, belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi yang disampaikan awak media, Di chat watsap’pun Cuman Dilihat/Alias diabaykan.
Editor,”( Sufyani/Prabu MMP ).






