Lukman B. Kady Tegaskan Kawal Musrenbang Takalar Tepat Sasaran
mediamabespolri.com Takalar.
Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati, Takalar Provinsi Sulawesi Selatan Selasa 31/03/2026.
Forum strategis ini menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, dan dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Komisi D Fraksi Partai Golkar, Lukman B. Kady, bersama unsur Forkopimda serta berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Musrenbang merupakan wadah krusial untuk menyelaraskan arah pembangunan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Melalui forum ini, seluruh pihak didorong untuk merumuskan program prioritas yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.
Musrenbang menjadi momentum penting untuk menyusun program pembangunan yang terintegrasi dan tepat sasaran,” ujar Firdaus.
Ia menjelaskan, RKPD 2027 merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 serta memasuki tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, serta pelestarian lingkungan hidup.
Takalar, lanjutnya, menargetkan diri sebagai daerah maju dan berdaya saing berbasis ekonomi digital. Penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata menjadi pilar utama dalam mencapai visi tersebut.
Dari sisi capaian, pertumbuhan ekonomi Takalar pada 2025 tercatat sebesar 4,71 persen, melampaui target 4,45 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap perekonomian daerah.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 3,76 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 7,27 persen, melampaui target yang ditetapkan.
Capaian ini perlu dijaga melalui akselerasi kebijakan, termasuk hilirisasi produk unggulan dan pemanfaatan teknologi,” tambahnya.
Ke depan, Pemkab Takalar menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,02 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 5,4 persen pada 2027. Tingkat pengangguran diharapkan turun hingga 3,55 persen, sedangkan angka kemiskinan ditekan pada kisaran 4,76 hingga 6,22 persen.
Pemerintah daerah juga menetapkan sejumlah prioritas kebijakan, di antaranya peningkatan daya saing SDM, digitalisasi layanan publik, penguatan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, serta peningkatan produktivitas UMKM.
Sementara itu, sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang disampaikan perwakilan, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam menyukseskan pembangunan.
Menurutnya, tahun 2027 menjadi fase krusial dalam RPJMD karena merupakan tahap percepatan pencapaian target pembangunan jangka menengah.
“Pertumbuhan ekonomi harus berkualitas, menciptakan nilai tambah, dan mampu membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Di sisi lain, H. Lukman B. Kady menyoroti pentingnya pengawalan ketat terhadap hasil Musrenbang agar program yang disusun benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Ia mendorong agar perencanaan pembangunan difokuskan pada sektor produktif yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Perencanaan harus dikawal bersama agar tidak melenceng dari kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan lahir perencanaan pembangunan yang lebih terarah, berbasis data, serta mampu menjawab berbagai tantangan ekonomi dan sosial di Kabupaten Takalar ke depan.
(Mansyur Dn)






