*Ketua Komisi IV DPRD TTS Hadiri Syukuran RKB di SMPN Tiluk Oh, Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan*

*Ketua Komisi IV DPRD TTS Hadiri Syukuran RKB di SMPN Tiluk Oh, Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan*

Silu, Mediamabespolri.com//

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),Religius Usfuanan,S.H, menghadiri acara syukuran peresmian Ruang Kelas Baru (RKB) di SMP Negeri Tiluk Oh, Desa Silu, Kecamatan Fatumolo, Kabupaten TTS, pada Rabu (11/3/2026).

Pantauan awak media di lokasi, kehadiran Ketua Komisi IV DPRD TTS yang akrab disapa **Egy** tersebut tidak hanya menghadiri kegiatan syukuran, tetapi juga menyempatkan diri melakukan tatap muka langsung dengan para siswa di ruang kelas sekolah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Egy bahkan memberikan beberapa pertanyaan sederhana terkait **matematika dasar** kepada para siswa untuk mengukur kemampuan dasar mereka dalam proses belajar mengajar.

Meski dikenal sebagai politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Ketua Partai di daerah, Egy menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi masa depan generasi muda.

Pendidikan adalah fondasi yang akan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Egy di hadapan para guru dan siswa.

Ia juga menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD TTS yang membidangi sektor pendidikan merasa bersyukur dapat hadir langsung melihat kondisi sekolah dan berdialog dengan para guru serta siswa

Menurutnya, seringkali DPRD baru diingat ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, khususnya yang viral di media sosial.

Banyak guru kalau tidak ada masalah terkait pelayanan pendidikan, mereka tidak pernah mengenal DPRD Komisi IV. Tapi kalau ada masalah sedikit saja di media sosial, pasti orang bertanya DPRD ada di mana. Namun kami bersyukur hari ini bisa hadir langsung di sini,” katanya

Egy menjelaskan bahwa DPRD merupakan bagian dari unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memiliki posisi sejajar sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

DPRD adalah bagian dari pemerintahan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di daerah. Kami adalah mitra sejajar dengan pemerintah daerah. Dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan pemerintahan tentu ada keterlibatan DPRD,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV juga melakukan dialog langsung dengan siswa dari kelas VII, VIII, dan IX. Dari pertemuan tersebut, Egy mengaku menemukan sejumlah hal yang menjadi perhatian, salah satunya masih ada siswa yang belum mengenal siapa Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Ini memang sederhana, tetapi bagi kami dalam fungsi pengawasan ini menjadi catatan penting sebagai wakil rakyat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas pembangunan tiga ruang kelas baru di SMP Negeri Tiluk Oh. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan pendidikan di tengah kondisi efisiensi anggaran yang selama dua tahun terakhir cukup mempengaruhi pembangunan di berbagai sektor.

Kita bersyukur karena SMP Negeri Tiluk Oh mendapatkan tiga ruang kelas baru. Sebelumnya sempat ada keluhan di media sosial bahwa sekolah ini tidak layak karena gedungnya belum representatif untuk kegiatan belajar mengajar. Hari ini kita sudah meresmikan gedung tersebut,” jelasnya.

Saat ini, SMP Negeri Tiluk Oh memiliki tiga rombongan belajar dengan total **41 siswa** yang tersebar di kelas VII, VIII, dan IX. Sekolah tersebut juga didukung oleh **14 tenaga pendidik**, yang terdiri dari **1 guru PNS dan 9 guru PPPK**, serta beberapa tenaga kependidikan lainnya

Egy berharap dengan diresmikannya ruang kelas baru tersebut, proses **Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)** di sekolah itu dapat berjalan lebih baik dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

Kita berharap setelah gedung ini diresmikan, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih baik dan mutu pendidikan juga harus meningkat. Jangan sampai anak-anak sudah ujian tetapi masih belum bisa membaca dengan lancar atau tidak mampu bersaing dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rendahnya kualitas pendidikan dapat berdampak pada meningkatnya angka putus sekolah karena siswa merasa minder dan tidak mampu mengikuti perkembangan.

Selain itu, Komisi IV DPRD TTS juga berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam fungsi pengawasan pendidikan, mengingat keterbatasan jumlah pengawas sekolah di daerah tersebut.

Pengawas sekolah saat ini hampir tidak ada. Penilik juga sangat terbatas. Dari lebih dari **800 sekolah**, hanya ada sekitar **dua penilik**. Karena itu kami di Komisi IV berupaya membantu dalam fungsi pengawasan secara politis agar proses KBM berjalan baik,” katanya.

Egy menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong agar **hak-hak guru terpenuhi**, namun di sisi lain para tenaga pendidik juga diharapkan dapat menjalankan kewajibannya secara maksimal demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selata

Kami ingin memastikan hak-hak guru diterima dengan baik, tetapi kewajiban juga harus dilaksanakan secara profesional demi masa depan pendidikan anak-anak kita,”

Mediamabespolri.com//
Investigasi Umum Nasional.

Esy Lafu

You may have missed

*Ekspor Industri Menguat, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 3,70 Miliar hingga Juli 2026* _Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI_ Jakarta, 1 September 2026 – Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 masih mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD 3,70 miliar. Capaian tersebut antara lain ditopang oleh surplus perdagangan pada Juli 2026 yang mencapai USD 0,12 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan surplus kumulatif tersebut terutama berasal dari perdagangan komoditas nonmigas. “Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari sampai Juli 2026 masih mengalami surplus sebesar USD 3,70 miliar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9). Ateng menjelaskan, surplus ini ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus USD 22,45 miliar, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar USD 18,75 miliar. Kinerja ekspor Indonesia sepanjang tujuh bulan pertama 2026 mencapai USD 167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 5,21 persen menjadi USD 160,01 miliar. Dari sisi sektoral, industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekspor nasional. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 137,26 miliar sepanjang Januari-Juli 2026, atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD 40,62 miliar atau sekitar 25,39 persen dari total ekspor nonmigas. Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan nilai USD 19,19 miliar atau 11,99 persen, disusul India sebesar USD 11,00 miliar atau 6,87 persen. Di tengah pertumbuhan ekspor tersebut, impor Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Nilai impor kumulatif Januari-Juli 2026 tercatat sebesar USD 163,33 miliar, meningkat 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor berasal dari kelompok nonmigas maupun migas. Impor nonmigas tumbuh 16,78 persen menjadi USD 137,56 miliar, sedangkan impor migas melonjak 40,24 persen menjadi USD 25,77 miliar. Berdasarkan penggunaannya, bahan baku dan barang penolong masih menjadi komponen impor terbesar dengan nilai mencapai USD 116,70 miliar atau meningkat 20,42 persen. Sementara itu, impor barang modal tercatat sebesar USD 32,46 miliar atau naik 20,00 persen, sedangkan impor barang konsumsi mencapai USD 14,16 miliar atau tumbuh 16,03 persen. Tiongkok juga masih mendominasi sebagai negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai USD 58,29 miliar atau 42,38 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 7,71 miliar atau 5,61 persen, disusul Australia sebesar USD 6,47 miliar atau 4,70 persen. Ateng menambahkan, surplus perdagangan nonmigas selama Januari-Juli 2026 terutama ditopang oleh sejumlah komoditas unggulan. “Lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai USD 20,96 miliar,” tambah Ateng. Selanjutnya, surplus juga berasal dari bahan bakar mineral sebesar USD 16,39 miliar, besi dan baja USD 10,32 miliar, nikel dan barang daripadanya USD 7,08 miliar, serta alas kaki sebesar USD 3,84 miliar.